Remaja Palestina Dibakar Hidup-Hidup

Senin, 07 Juli 2014 – 08:01 WIB
Ibu Muhammad Abu Khudair, Suha menunjukkan foto anak remajanya semasa hidupnya. Khudair tewas dibakar hidup-hidup. Foto:vosizneias

jpnn.com - JERUSALEM - Pembunuh remaja Palestina Muhammad Abu Khudair (16), sungguh sadis. Berdasar hasil otopsi, mereka membunuh remaja belasan tahun tersebut dengan cara dibakar hidup-hidup. Warga Palestina percaya bahwa pembunuhan itu dilakukan dengan motif balas dendam atas tewasnya tiga remaja Israel yang diculik beberapa waktu lalu.

Hasil otopsi tersebut membuat warga Palestina berang. Kemarin ratusan warga keturunan Arab yang berdomisili di Israel berdemo di beberapa lokasi. Aksi massa yang berujung ricuh itu membuat 35 orang ditangkap.

BACA JUGA: Hadiri Pemakaman Sepupu, Remaja AS Ini Dipukuli Polisi Israel

"Sebagian besar adalah warga minoritas," ujar juru bicara Israel Luba Samri.

Di antara jumlah tersebut, 22 orang ditangkap di utara Kota Nazareth yang mayoritas penduduknya memang merupakan warga Arab.

BACA JUGA: Pemimpin ISIS Muncul Dalam Sebuah Video

"Kami berdemo melawan hasutan kebencian yang disebarkan Israel secara online yang menyatakan kematian untuk orang Arab," ujar seorang demonstran di Kota Qalansuwa.

Di sisi lain, polisi Israel mengaku sedang melakukan penyelidikan internal terkait dengan video kekerasan yang dilakukan polisi Israel di perbatasan. Dalam video tersebut, polisi memukuli tahanan yang diborgol. Salah seorang korban dalam video itu adalah Tariq Khudair (15). Dia adalah warga Tampa, Florida. Dia merupakan sepupu Muhammad Abu Khudair yang tewas terbakar.

BACA JUGA: Pemimpin Ikhwanul Muslimin Divonis Penjara Seumur Hidup

Keluarga Tariq mengungkapkan, saat itu dia sedang berkunjung ke rumah Abu Khudair. Ketika berada di luar rumah, dia tiba-tiba diserang dan ditangkap. Tariq akhirnya dipukuli dan ditahan. Wajahnya babak belur karena dipukuli dua polisi Israel tepat di kepala. Pihak kepolisian menyatakan, Tariq termasuk salah seorang di antara beberapa remaja yang menyerang polisi.  

Hingga saat ini, Tariq belum bisa pulang ke keluarganya karena ditahan tentara Israel. Meski kini tidak lagi berada di penjara, dia menjadi tahanan rumah di Beit Hanina, Israel, untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan. Dia tidak boleh keluar dari Jerusalem selama sembilan hari. Jika tidak ada tuduhan yang dijatuhkan, baru Tariq bisa bebas.

Sementara itu, keamanan Israel menyatakan, mereka telah menahan enam orang yang terlibat pemukulan dalam video tersebut dan pembunuhan Abu Khudair. Jumlah tersangka bisa bertambah karena penyelidikan masih dilakukan.

Karena kasus penculikan dan pembunuhan dari dua belah pihak itu, hubungan Israel dan Palestina memburuk. Kemarin Israel menyerang sepuluh wilayah di Jalur Gaza. Belum diketahui berapa orang yang tewas karena kejadian tersebut. (Reuters/AFP/BBC/CNN/sha/c23/tia)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nigeria Tangkap 3 Wanita Anggota Boko Haram


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler