Rencana Merger Tokopedia-Gojek Lebih Berdampak Positif Bagi Konsumen

Senin, 11 Januari 2021 – 19:28 WIB
GoJek. Ilustrasi foto: Natalia Laurens/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Rencana merger Gojek dengan Tokopedia dinilai akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan menguntungkan konsumen.

Tokopedia adalah platform jual beli barang dan menjadi salah satu e-Commerce yang menguasai pasar.

BACA JUGA: Dampak Positif Merger Gojek-Tokopedia Akan Lebih Luas

”Sedangkan Gojek punya ekosistem layanan transportasi, makanan, dan lainnya. Gojek belum punya e-Commerce. Dengan merger maka keduanya makin besar,” Aviliani, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), dalam keterangan tertulis, Senin (11/1).

Ekosistem digital yang lebih kuat berpotensi terbangun dari penggabungan dua entitas tersebut. Terlebih Gojek segera menjadi salah satu pemilik bank dengan keunggulan digital yaitu Bank Jago.

BACA JUGA: Kolaborasi GoJek-Tokopedia Diprediksi Percepat Pemulihan Ekonomi

”Maka toko-toko yang berada dalam Tokopedia bisa dengan mudah mendapat pinjaman dari bank tersebut. Terbangunlah ekosistem digital,” jelasnya.

Hal tersebut akan terjadi secara lebih efisien. Aviliani mengatakan, tanpa kolaborasi, seandainya masing-masing pihak membuka layanan sendiri-sendiri maka akan membutuhkan investasi dengan dana yang besar.

BACA JUGA: Ekonom Indef Sebut Kolaborasi GoJek-Bank Jago Menguntungkan Konsumen

”Sedangkan dengan bergabung jadi lebih cepat membangunnya. Maka kalau mau jual sebagian saham, buat Gojek tentu untung dapat data banyak dari Tokopedia. Karena mereka dapat tawarkan kredit ke seller di tokopedia,” imbuhnya.

Aviliani lebih melihat dampak langsung berupa keuntungan bagi konsumen dari rencana merger keduanya. ”Kalau saya lihat konsumen yang banyak untung dari gabungnya dua perusahaan ini,” tegasnya. 

Adapun dampaknya terhadap perekonomian sangat tergantung beberapa hal antara lain apakah barang yang dijual di Tokopedia misalnya adalah bukan barang impor.

”Sisi ekonomi sangat tergantung apakah penjualan domestik di Tokopedia dioptimalkan. Bila impor maka tidak ada banyak untungnya,” dia memaparkan.

Sebab perlu diperhatikan sejauh mana arus perputaran barang di dalam negeri. Diupayakan meminimalisir barang impor terutama untuk barang konsumtif. ”Bila hanya impor buat apa. Bila tidak produksi di sini maka nilai tambah kecil,” sebutnya.

Oleh karena itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pun diminta lebih bijak dalam menilai isu dominasi pasar jika merger tersebut terjadi.

“Menurut saya tidak relevan antara isu asing vs isu tidak asing. KPPU tak boleh menganggapi ini dominasi pasar karena ada UU Persaingan Usaha,” ujar dia.

Menurutnya, tren ke depan akan ada banyak perusahaan yang melakukan merger dan akusisi. “KPPU tidak bisa melihat dari satu sisi saja. Perlu melihat perspektif lain bahwa persaingan ini sehat,” ucapnya.

Aviliani menilai rencana merger Tokopedia dengan Gojek sebagai praktik bisnis yang wajar, karena ekosistem akan terjadi dengan sendirinya dengan win win solution. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler