Renovasi Hotel Inna Putri Bali Telan Rp 480 M

Kondisi Sangat Mengkhawatirkan

Selasa, 03 Januari 2012 – 08:38 WIB

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah meminta PT Hotel Indonesia Nataur (HIN) untuk segera merenovasi Hotel Inna Putri Bali di Nusa Dua. Pasalnya, hotel plat merah tersebut kondisinya sangat mengkhawatirkan. Diperkiran renovasi tersebut menelan dana sebesar Rp 480 miliar.

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan usai rapat koordinasi ketahanan energi di Jakarta mengatakan, renovasi ditangani BUMN, yaitu Adhi Karya. Penandatanganan nota kesepahaman antara kedua perusahaan telah dilaksanakan minggu lalu.

"Arealnya tidak memungkinkan untuk lapangan golf, pokoknya istimewa. Biayanya diperkirakan Rp 480 miliar. Seluruh pendanaan untuk renovasi tersebut berasal dari kas internal perusahaan," kata Dahlan, Senin (2/1).

Mantan wartawan tersebut mengatakan, renovasi Hotel Inna Putri Bali memerlukan waktu kurang lebih 1 tahun. Diharapkan, sebelum pelaksanaan konferensi APEC 2013 sudah selesai.

Menurut Dahlan, Hotel Inna Putri Bali sudah waktunya untuk direnovasi. Kondisi saat ini sudah jelek dan mau roboh. Jika dibandingkan hotel di Nusa Dua lainnya sangat tidak layak. Padahal zaman dahulu, hotel ini merupakan yang terbaik di kelasnya. "Nantinya akan menjadi resort bintang lima yang istimewa," papar mantan direktur utama PLN tersebut.

Mantan CEO Jawa Pos tersebut melanjutkan, PT HIN akan mengagendakan renovasi 12 hotel BUMN dalam waktu 2 tahun. Anggaran yang dikeluarkan untuk merenovasi hotel tersebut ditaksir mencapai Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun. Untuk memperbaiki kinerja PT HIN, Dahlan telah menunjuk Intansari Abdams Katopo sebagai direktur utama yang selama ini kosong. (cdl)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kliring tak Gagal Bayar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler