Respons Ikatan Keluarga Sumba Terkait Peristiwa Berdarah Minggu Subuh

Selasa, 02 Juli 2019 – 20:23 WIB
Ilustrasi bentrokan antar-kelompok. Foto: JawaPos.com

jpnn.com, DENPASAR - Peristiwa berdarah kembali terjadi. Seorang pemuda asal Sumba NTT, bernama Dominggus Dapa, 25, meregang nyawa dengan cara tragis.

Dapa tewas setelah ditebas menggunakan senjata tajam (sajam) hingga ususnya terurai di depan warung Mangga di Jalan Gelogor Carik Gang Nila Nomor 53, Denpasar Selatan, Minggu (30/6) subuh.

BACA JUGA: Akhirnya Motif Bentrok Antarburuh Terungkap

Tragisnya, yang menebasnya adalah teman sendirinya bernama Angga. Pantauan Jawa Pos Radar Bali di lokasi kejadian, polisi berpakain preman terus menggali keterangan warga di lokasi kejadian.

Bahkan, Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono ikut turun ke lokasi yang sudah dipasang police line itu.

BACA JUGA: Berita Duka: Nurti Mahayoni Meninggal Dunia, Mengenaskan!

Sayang, Wakapolresta enggan berkomentar terkait kejadian tersebut. Yang mengerikan, di gang masuk, terlihat bercak darah berceceran.

Sementara di depan gang sempit menuju warung dipenuhi darah yang sudah mengering. Polina Mete, tetangga kos korban di Jalan Yeh Biu Gang Pudak No 17, Sesetan mengatakan enam orang yang terlibat bentrok ngekos di Sesetan.

Mereka menempati 6 kamar kos. Wanita asal Sumba Barat Daya ini mengatakan, ke 6 pemuda yang terlibat bentrok itu berasal dari satu kampung dan masih ada hubungan darah.

Mereka datang dari Sumba ke Bali dan bekerja pada salah satu toko bangunan di daerah Sesetan, Denpasar Selatan.

“Saya jarang ketemu dengan korban. Satahu saya dia (korban) tidak banyak bicara. Korban ini masih bujang,” beber Polina Mete.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Sumba Barat Daya, Gidion Ndapatadi sangat menyayangkan peristiwa ini.

Dia sangat terpukul dan menyesal dengan seringnya kejadian anak-anak Sumba yang bentrok antarsesama.

Ndapatadi mengatakan setiap kejadian yang melibatkan anak Sumba adalah oknum yang tak bisa bergaul dengan baik.

“Ya, infonya anak Sumba Barat Daya dan Sumba Timur. Tetapi saya belum bisa memastikannya. Saya sebagai orang yang dituakan dari Sumba Barat Daya di Bali menyerahkan masalah ini kepada pihak kepolisian," tuturnya.

Terkait jenazah korban, lanjut Ndapatadi, akan dikoordinasikan dengan perkumpulan keluarga Sumba Barat Daya. Rencananya jenazah dipulangkan setelah urusan di polisi sudah selesai.

“Saya belum bisa pastikan kapan jenazah dipulangkan. Nanti tunggu urusan di polisi tuntas baru dipulangkan. Kami serahkan masalah ini ke pihak yang berwajib,” tuturnya.(JPG/rb/dre/mus/JPR)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler