Respons Pengamat Soal Wacana Liga 1 Diikuti 20 Klub, Setuju atau Tidak?

Selasa, 09 Januari 2024 – 05:28 WIB
Ada wacana Liga 1 di musim depan bakal diikuti 20 klub. Foto: ligaindonesiabaru

jpnn.com - Sejumlah pengamat sepak bola nasional mengomentari wacana Liga 1 musim depan diikuti oleh 20 klub.

Liga 1 2023/24 kini tengah memasuki masa jeda. Namun, di sela-sela rehat tersebut, muncul isu kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia ini bakal dihuni 20 klub di musim depan.

BACA JUGA: 4 Pemain Asing Liga 1 yang Berlaga di Piala Asia, Ada yang Rekan Setim

Seperti diketahui, Liga 1 2023/24 diikuti 18 klub, di mana tiga tim terbawah akan terdegdradasi ke Liga 2 2024/24.

Adapun tiga klub Liga 2 2023/24 akan naik kasta ke Liga 1 2024/25.

BACA JUGA: Gelar Pemusatan Latihan di Bali, PSBS Biak Optimistis Promosi ke Liga 1

Namun, jika wacana Liga 1 diikuti 20 klub di musim depan disepakati maka hanya satu tim Liga 1 musim 2023/24 yang terdegradasi ke Liga 2, dan tim yang promosi dari Liga 2 tetap sama, yakni tiga tim.

Wacana Liga 1 diikuti 20 klub disebut-sebut berkaca dari liga-liga top Eropa, sehingga membuat kompetisi makin kompetitif.

BACA JUGA: Bali United Vs Persib Bandung Tanpa Pemenang, Cek Klasemen Liga 1

Kesit Budi Handoyo selaku pengamat sepak bola nasional menilai tak masalah Liga 1 diikuti 20 klub. Menurutnya, yang harus menjadi fokus ialah peningkatan kualitas kompetisi.

"Tidak masalah jumlah peserta di Liga 1, mau 18 atau 20. Yang paling penting ialah kualitas kompetisi harus terus ditingkatkan setiap musimnya. Kan kita mengejar ranking kompetisi AFC, supaya bisa masuk ke papan atas," kata Kesit.

Lebih lanjut, Kesit menyebut perubahan regulasi Liga 1 bisa ditentukan kalangan Komite Eksekutif (Exco) PSSI, jika ingin mengubah tim peserta Liga 1 di musim depan. Namun, dia menegaskan semua itu harus lewat persetujuan Kongres PSSI.

"Namun, lebih bagusnya konsisten apa yang sudah disepakati di awal. PSSI kan sudah bertemu dengan klub Liga 1 dan Liga 2 (Sarasehan). Jadi, itu dijalankan dahulu."

"Mungkin untuk next season boleh dilakukan penambahan tim peserta di Liga 1, tetapi harus kesepakatan Exco dan persetujuan kongres. Jangan sampai apa yang sudah disepakati dicederai," jelas Kesit.

"Misalnya boleh silakan dari Liga 2 nantinya yang promosi ditambah dari 3 menjadi 5. Atau mekanisme lainnya, supaya Liga 1 jumlahnya menjadi 20 tim. Namun, tetap harus kesepakatan Exco dan persetujuan kongres," dia menegaskan.

Hal senada juga diungkapkan pengamat sepak bola nasional, Yusuf Kurniawan. Ia menilai jangan sampai wacana 20 tim justru mencederai sepak bola Indonesia.

“Kalau sekarang ujug-ujug muncul wacana 20 tim, akan mengundang spekulasi negatif: Ada tim yang mau diselamatkan,” jelas pria yang akrab disapa Bung Yuke tersebut.

Pria yang beken dipanggil Bung Yuke itu menilai, idealnya kompetisi dibuat menjadi 3 wilayah dengan setiap wilayah masing-masing dihuni 12 tim. Artinya, ada 36 tim yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Idealnya dengan demografi Indonesia yang luas, dibagi ke dalam 3 wilayah, barat, tengah, timur seperti ISL 2007. Biaya akomodasi dan traveling akan jauh lebih efisien."

"Lalu supaya lebih merata, dan daerah-daerah (klub) terluar punya kesempatan naik panggung ke kasta tertinggi,” ujar Bung Yuke.

“Kalau 3 wilayah, ya bisa 12 besar dulu atau langsung 8 besar, itu soal teknis saja. Kalau cuma mekar jadi 20 tim, menurut saya enggak perlu dibagi format 2 wilayah, langsung saja klasemen tunggal home and away, tanpa final four lagi (seperti sekarang),” tambahnya.

Masih menurut Bung Yuke, agar format tiga wilayah kompetisi dapat dijalankan dengan bagus, stadion-stadion yang belum standar untuk menggelar Liga 1, diperbaiki dengan mengacu Inpres (Instruksi Presiden) Nomor 3 Tahun 2019 soal Percepatan Pembangunan Sepak bola Nasional.

"Harus diupgrade dari sekarang, fasilitasnya. Di Liga Premiere Inggris, misalnya, banyak stadion kecil-kecil, tetapi tetap bisa dilaksanakan, yang penting management security-nya baik," jelas Bung Yuke.

"Lewat Inpres, seharusnya ini sudah jalan dari beberapa tahun lalu ya, tetapi masalahnya memang tidak diseriusi. Jadi, cuma macan kertas. Artinya tetap harus ada political will dari pemerintah untuk pembangunan infrastruktur itu."

Sementara itu, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Ahmad Riyadh, menjawab dengan diplomatis terkait wacana Liga 1 musim depan dihuni 20 klub.

“Kalau ada perubahan harus lewat kongres. Lalu juga harus ada usulan dari anggota. Jadi, masuk ke pembahasan kongres,” kata Ahmad Riyadh.(mcr15/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dhiya Muhammad El-Labib

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler