RI Borong Pesawat Tempur Rafale, Sukamta Menyoroti Penguatan Industri Pertahanan Nasional

Senin, 14 Februari 2022 – 13:45 WIB
Anggota Komisi I DPR yang juga Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR Sukamta. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta pemerintah tidak melupakan industri pertahanan dalam negeri menyusul langkah membeli enam dari total 42 pesawat tempur Rafale dari Prancis.

"Kami berharap pembelian ini diikuti dengan penguatan industri pertahanan dalam negeri," kata Sukamta melalui layanan pesan, Senin (14/2).

BACA JUGA: PSI Kritik Rencana Menhan Prabowo Beli Pesawat Tempur Rafale, Ada Kata Jorjoran

Wakil ketua Fraksi PKS itu mengatakan bahwa satu di antara amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, berisi tentang perlunya transfer teknologi ketika negara membeli alat utama sistem senjata dari luar negeri.

Mengingat janji pembelian pesawat tempur Rafale itu berjumlah banyak, Sukamta berharap transfer teknologi ini direncanakan dengan baik, terperinci, matang, dan tidak asal-asalan. 

BACA JUGA: Respons Christina Aryani DPR Soal Rencana Pembelian Pesawat Tempur dari Prancis

Terlebih lagi, kata legislator Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta itu, biaya memborong pesawat tempur Rafale mencapai Rp 68 triliun.

"Itu bkanlah jumlah sedikit, terlebih semua sedang menghadapi pandemi yang juga membutuhkan biaya besar untuk pemulihannya," papar Sukamta.

BACA JUGA: Jokowi Terima Kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Ada Prabowo

Menurut dia, ke depan seharusnya ada sebagian pesawat tempur milik Indonesia bisa diproduksi industri tanah air ketika ada transfer teknologi.

Toh, kata Sukamta, Indonesia sudah memiliki PT Dirgantara Indonesia yang telah dilibatkan dalam kerja sama pembuatan KIX/ KFX. 

"Semoga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memasukkan strategi tersebut dalam kerja sama jual atau beli pesawat dan lainnya tersebut," tutur Sukamta.

Seperti diketahui, RI resmi membeli enam dari total 42 pesawat tempur generasi 4,5 dari Dassault Rafale buatan Prancis.

Kesepakatan itu terekam setelah Menhan Prabowo menjamu Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis Florence Parly di Jakarta, Kamis (10/2).

Dalam pertemuan itu, turut digelar penandatanganan kerja sama yang diteken pejabat Kemenhan dengan Delegasi Menteri Angkatan Bersenjata Prancis.

Selain pembelian pesawat, penandatanganan kedua pihak membahas tentang kerja sama bidang penelitian dan pengembangan kapal selam antara PT PAL dengan Naval Group.

Selanjutnya, penandatanganan kedua pihak membahas tentang kerja sama program offset dan ToT, bidang telekomunikasi, dan pembuatan amunisi kaliber besar antara PT Pindad dan Nexter Munition. (ast/jpnn)


Redaktur : Boy
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler