Ribuan Anak Israel Masih Menderita Setelah Terbebas dari COVID-19

Selasa, 14 September 2021 – 23:30 WIB
Seorang petugas kesehatan melakukan test COVID-19 kepada seorang anak balita di Tel Aviv, Israel, 8 Juli 2021. Foto: ANTARA/Reuters

jpnn.com, YERUSALEM - Sebanyak 11,2 persen anak-anak Israel yang telah sembuh dari COVID-19 mengalami gejala jangka panjang, menurut survei yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan pada Senin.

Para peneliti memeriksa Post-Acute Sequelae of COVID-19 (PASC) atau "long COVID" di antara 13.834 pasien anak berusia 3-18 tahun yang telah sembuh dari infeksi virus corona. Dari angka itu ditemukan bahwa 11,2 persen penyintas anak di Israel memiliki gejala jangka panjang.

BACA JUGA: Presiden Palestina dan Menteri Pertahanan Israel Bertemu, Ini Hasil Pertemuannya

Mereka juga mencatat bahwa potensi untuk mengalami gejala jangka panjang COVID-19 tumbuh seiring bertambahnya usia anak.

Dengan demikian 1,8 persen dari anak berusia 3-6 tahun mengalami gejala jangka panjang enam bulan setelah sembuh, dibanding dengan 4,6 persen dari kelompok usia 12-18 tahun.

BACA JUGA: Pejuang Palestina Bobol Penjara Israel, Warga Gaza Berpesta di Jalan

Sebuah korelasi ditemukan antara gejala penyakit COVID-19 dan kemungkinan mengalami gejala jangka panjang.

Di kalangan remaja berusia 12-18 tahun yang merupakan pasien bergejala, sebanyak 5,6 persennya mengalami long COVID-19, dibanding 3,5 persen dari mereka yang tidak bergejala ketika dinyatakan positif.

BACA JUGA: Ternyata Pertahanan Suriah Masih Terlalu Kuat bagi Rudal Israel

Berdasarkan laporan kementerian, gambaran serupa juga terlihat di kelompok usia lain.

Lebih dari sepertiga anak-anak yang terlibat dalam survei mengalami eksaserbasi gejala neurologis, kognitif, atau mental, seperti gangguan tidur atau kesulitan berkonsentrasi, dibandingkan dengan periode sebelum terinfeksi. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler