Ribuan Pelari Bakal Ramaikan MRCCC Run for Hope 2023, Ada Pasien & Penyintas Kanker

Rabu, 27 September 2023 – 20:46 WIB
Ki-Ka: Gatot Sudarsono _ CEO Indonesia Muda Road Runner; Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk, M.Epid, MARS_Direktur Penanggulangan Kanker Nasional POI; Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM_Ketua Yayasan Kanker Indonesia; dr. Adityawati Ganggaiswari, M. Biomed, MARS_Direktur RS Siloam MRCCC Semanggi. Foto Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Rumah Sakit Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (RS MRCCC) Siloam Semanggi kembali menggelar MRCCC Run for Hope 2023 pada Minggu (15/10) mendatang

CEO RS MRCCC Semanggi Terry Soetandar mengungkapkan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dukungan bagi pasien dan penyintas kanker.

BACA JUGA: Begini Cara Mendaftar MRCCC Run for Hope 2023 yang Selenggarakan RS Siloam

"Ini sekaligus bertepatan dengan momentum Hari Kesadaran Kanker Payudara yang dirayakan setiap bulan Oktober," kata ujar Terry Soetandar dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (27/9).

Mengambil rute Senayan Park – Gatot Subroto, Patal Senayan – Senayan Park, kegiatan ini akan diramaikan oleh 3.000 pelari yang terdiri dari pasien dan penyintas kanker, tamu undangan, komunitas lari, masyarakat umum, serta dokter, perawat, staf, dan manajemen Grup RS Siloam.

BACA JUGA: MRCCC Siloam Masuk Jajaran RS Kanker Terbaik Asia Pasifik

Ini merupakan tahun ketiga MRCCC Run for Hope diadakan.

"Dengan tema Close The Care Gap yang juga tema perayaan hari kanker sedunia, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit kanker, sembari mengobarkan semangat bagi para pejuang kanker di Indonesia agar tetap menjalani hidup sehat dan produktif,” tuturnya.

BACA JUGA: Gelar Edukasi Kanker Terpadu Terlama, MRCCC Siloam Hospitals Diganjar MURI

MRCCC juga menyediakan klinik Breast Cancer Care Alliance untuk kanker payudara yang didukung oleh talenta medis dari beragam spesialisasi dan sub-spesialisasi, teknologi, serta infrastruktur sangat memadai.

Bertepatan dengan Bulan Kesadaran Kanker Payudara, para pelari juga akan menggunakan jersey berwarna merah muda.

“Semoga melalui kegiatan ini kesadaran masyarakat terkait kanker payudara semakin meningkat karena jenis kanker ini dapat dicegah, dideteksi dini, dan diobati,” kata dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, Direktur RS MRCCC Hospitals Semanggi.

Para pelari berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman seru dan atraktif melalui 'Five Sense of Experience' yang melibatkan pelari di sepanjang rute lari.

Pada titik pertama pelari akan disambut oleh tim yang akan memberikan edukasi terkait kanker payudara, selanjutnya di titik kedua diramaikan dengan penampilan dari marching band.

Di titik ketiga dan keempat, pelari akan mendapatkan dukungan serta high five.

Lalu, di titik terakhir, pelari akan disambut dengan misty air yang menyegarkan.

Selain Run For Hope 2023 yang diadakan MRCCC dan sejalan dengan tema kampanye SELANGKAH (SEmangat LAwan KANker), Grup RS Siloam melakukan berbagai rangkaian program terkait penyakit kanker.

Mulai dari edukasi kepada masyarakat umum akan pencegahan, pengenalan dini dan pengobatan penyakit kanker yang dilakukan melalui radio talk show, podcast, media sosial, peningkatan kompetensi tenaga medis dengan penyelenggaraan oncology summit sebagai wadah pembelajaran dan sharing knowledge antardokter spesialis onkologi.

"Juga ada program skrining kanker payudara untuk 25 ribu wanita di seluruh Indonesia yang memiliki keterbatasan akses secara gratis," ungkapnya.

Hingga saat ini, program skrining kanker payudara yang dimulai sejak Maret 2023 lalu, sudah menjangkau lebih dari 5.000 wanita dan 40 desa di Indonesia.

Di MRCCC, deteksi dini, bedah onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan pengobatan kuratif dan paliatif dilakukan terpusat pada satu lokasi.

"Seiring dengan bertambahnya kasus kanker di Indonesia yang semakin kompleks, pendekatan multidisiplin dari berbagai macam spesialis yang terkoordinasi diperlukan untuk menghasilkan prognosis optimal yang berfokus pada kesembuhan pasien," kata Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia.

Dalam konferensi pers RS MRCCC semanggi juga turut dihadiri oleh perwakilan dari Perhimpunan Onkologi Indonesia, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk, M.Epid, MARS, dan perwakilan dari CEO Indonesia Muda Road Runner, Gatot Sudarsono, sebagai panelis dalam sesi tanya jawab.

Sebagai informasi, kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemukan di dunia, seperti halnya di Indonesia.

Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, sebanyak 70 persen pasien kanker payudara telah memasuki stadium 3 saat terdeteksi.

Padahal, prognosis kemungkinan hidup pasien kanker payudara rata-rata dalam 5 tahun bisa mencapai 90-95 persen pada Stadium 1, 70-75 persen pada Stadium 2, dan hanya 10-25 persen pada Stadium 3 dan 4.

Tingginya prognosis ini menunjukkan betapa penting deteksi dini untuk dilakukan setiap individu. (esy/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler