Riedl: Kemenangan Ini Berguna Bagi Indonesia

Sabtu, 29 November 2014 – 07:24 WIB
Evan Dimas. Foto: Hendra Eka/dok.JPNN

jpnn.com - HANOI - Kemenangan 5-1 atas Laos di Stadion Hang Day, Hanoi, tadi malam tidak mampu mengantar timnas Indonesia ke semifinal Piala AFF 2014.

Skuad Garuda tetap tertahan di peringkat ketiga grup A dengan nilai 4. Dua tiket semifinal direbut tuan rumah Vietnam dan Filipina.
      
Vietnam menjadi juara grup dengan nilai 7 setelah mengalahkan Filipina di Stadion My Dinh, Hanoi, tadi malam. Sementara itu, meski kalah, Filipina sejatinya sudah lebih dulu memastikan lolos dengan koleksi poin 6.
      
Bagi Indonesia, ini adalah kali kedua beruntun gagal menembus semifinal. Pada ajang serupa dua tahun lalu, timnas Indonesia juga hanya bertahan di penyisihan grup. Total, dalam 10 kali perhelatan Piala AFF, pasukan Garuda belum pernah sekalipun juara!
      
Pelatih Alfred Riedl mengakui tidak mudah meraih kemenangan atas Laos. Apalagi Indonesia harus bermain dengan 10 orang setelah bek kiri Supardi Nasir diusir wasit asal Iraq Ali Sabah Adday Al-Qaisi pada menit ke-26.

BACA JUGA: Riedl Ucapkan Salam Perpisahan

Supardi diganjar kartu merah langsung setelah melanggar pemain Laos Soukaphone Vongchiengkham di dalam kotak penalty.
      
"Mereka memiliki banyak peluang yang membahayakan gawang kami. Kami juga memiliki peluang yang bisa menambah kemenangan. Tapi, akhirnya kami beruntung masih bisa menang sedikit telak," kata Riedl.    
      
Meski gagal lolos ke semifinal, Riedl menilai kemenangan besar atas Laos berguna bagi Indonesia. Sebab, kemenangan itu menghindarkan Indonesia menjadi juru kunci. Jika menjadi juru kunci, pada Piala AFF 2016 skuad Garuda harus melewati babak kualifikasi.
      
Di sisi lain, Pelatih Laos David Booth mengaku timnya mendapatkan pelajaran berharga dari event ini meski tidak meraih satupun poin dalam tiga pertandingan. Menurutnya, kondisi itu akan membuat timnya lebih kuat pada kejuaraan selanjutnya.
      
"Tentu ini adalah hasil yang buruk bagi kami. Semua lini berjalan kurang baik. Tapi, lepas dari itu semua, ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi para pemain," katanya.
      
Di atas lapangan, formasi baru yang ditampilkan Riedl membuat permainan Indonesia lebih trengginas. Tampilnya pemain muda seperti Evan Dimas Darmono, Manahati Lestusen, dan Ramdani Lestaluhu memberikan warna baru. Bahkan, Evan lah yang mencetak gol pertama Indonesia pada menit kedelapan.
      
Mantan kapten timnas U-19 itu membayar lunas kepercayaan Riedl yang memasangnya sebagai starter. Evan mencetak gol melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Pada menit ke-20, Ramdani menambah keunggulan Indonesia memanfaatkan assist Christian Gonzales.
      
Laos membalas lewat eksekusi penalti Khampheng Sayavutth. Setelah itu, Garuda melesakkan tiga gol ke gawang Laos melalui aksi Ramdani pada menit ke-50, Zulham Malik Zamrun (82"), dan bunuh diri kapten Laos Ketsada Souksavanh (89"). (laporan RAHMAT RIFADIN, BOY SLAMET dari Hanoi/irr/ca)

BACA JUGA: Ini 15 Nominasi Gelandang Terbaik Tim FIFA

BACA JUGA: Hajar Filipina, Vietnam Juara Grup A

BACA ARTIKEL LAINNYA... Meski Menang, Indonesia Tetap Gagal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler