RIsma Lantik 350 Pejabat

Selasa, 14 Agustus 2018 – 08:15 WIB
Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya. Foto Net/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Setelah kosong selama empat bulan, jabatan kepala badan perencanaan pembangunan kota (bappeko) Surabaya akhirnya ada yang mengemban. Dia adalah Eri Cahyadi. Kemarin Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melantik Eri yang sebelumnya adalah kepala dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman cipta karya dan tata ruang (DPRKP CKTR).

Posisi Eri di DPRKP CKTR digantikan Chalid Buhari yang sebelumnya menjabat kepala dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH).

Risma menyatakan, mengubah posisi seseorang di jabatan tertentu tidaklah mudah.

Dibutuhkan pertimbangan matang. Dia memilih ASN yang berkompeten dan siap menjalankan tugas baru di bappeko. Risma yakin Eri bisa maksimal. Eri dianggap punya banyak pengalaman. Mengerti perencanaan kota dan tentu saja soal anggaran. ''Saya yakin Pak Eri bisa,'' jelasnya. 

Di awal jabatannya itu, Risma menginginkan Eri bisa segera melakukan perencanaan pembangunan kota. Termasuk di antaranya menata kembali kawasan eks lokalisasi Dolly. Terutama dari segi pemberdayaan ekonomi. 

Dalam pelantikan dan rotasi tersebut, ada dua organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih kosong. Yakni, DKRTH dan dinas pemadam kebakaran (DPMK). Untuk DPMK, Risma punya alasan tersendiri. DPMK, menurut dia, membutuhkan peningkatan kualitas SDM. Terutama dari segi fisik petugas yang bergerak memadamkan si jago merah.

Setiap ada kebakaran, hampir separo yang menangani adalah petugas dari satpol PP dan BPB linmas. Karena itu, untuk sementara dia memercayai Kepala Satpol PP Irvan Widyanto menjadi pejabat sementara di dinas itu. ''Fisik petugas DPMK masih lemah,'' ujarnya. 

Risma menambahkan, sebagian besar pelantikan sore itu terjadi karena ada perubahan nomenklatur. Perubahan tersebut otomatis membuat ASN di beberapa OPD harus dilantik kembali. 

Risma mencontohkan, salah satu perubahan nomenklatur itu ada di DKRTH. OPD tersebut hanya punya tiga bidang. Padahal, tugasnya sangat luas. Bertanggung jawab pada pertamanan dan sampah. Tahun depan tugasnya dipastikan bertambah karena Surabaya ingin membangun pengolahan limbah khusus untuk sampah rumah sakit. 

OPD lain yang terdampak perubahan nomenklatur adalah dinas pendidikan (dispendik). Risma menuturkan, pihaknya akan menambah tupoksi penanganan kepada siswa untuk dinas yang dikepalai Ikhsan itu. Selama ini, penanganan siswa secara spesifik belum ada. Penanganan masalah anak masih dilimpahkan ke dinas pengendalian kependudukan, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak (DP5A). ''Jadi, lebih banyak pergeseran ASN karena adanya perubahan nomenklatur,'' jelasnya. 

Total, pelantikan pejabat itu dilakukan pada 350 ASN. Perinciannya, 294 orang dirotasi dan 56 orang mendapat promosi. Kepala Bappeko Eri Cahyadi saat ditemui setelah acara menyatakan siap menjalankan tugas utamanya untuk mengintegrasikan OPD di wilayah pemkot. 

Dia juga segera melaksanakan tugas pertama terkait dengan penataan eks lokalisasi Dolly. Dia akan melakukan pendataan dan penanganan secepatnya untuk pembenahan. ''Kami lakukan koordinasi lebih dulu,'' jelasnya. (elo/c19/ayi)

BACA JUGA: Bu Risma Mbrebes Mili Dengar Closing Statement Gus Ipul-Puti

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fatwa Wajib Pilih Khofifah Muncul, Bu Risma: Aduh, Ngeri Aku


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler