Rosberg Terancam Hukuman Berat

Selasa, 26 Agustus 2014 – 12:54 WIB
Nico Rosberg Terancam Hukuman Berat. Getty Images

SPA - Aksi ngawur Nico Rosberg di tikungan Les Combes Sirkuit Spa Francorchamps Minggu lalu (25/8) bakal berbuntut panjang. Pembalap asal Jerman yang memuncaki klasemen sementara pembalap Formula 1 2014 itu terancam hukuman.
    
Direktur Eksekutif Mercedes Toto Wolf menyebut ancaman sanksi kepada Rosberg tidak cukup slap on the wrist (hukuman ringan). Pembalap asal Jerman itu bisa saja dikenai hukuman yang jauh lebih berat.
    
Sebagaimana diketahui, Rosberg telalu agresif saat berusaha menyalip Lewis Hamilton. Sayap depan mobil Rosberg menabrak ban kiri belakang Hamilton sampai pecah. Meski masih bisa melanjutkan balapan, Hamilton hanya mampu menyelesaikan 38 lap dari 44 putaran lomba. Rosberg yang harus mengganti sayap depan akhirnya hanya mampu finis kedua.
    
Di sirkuit yang seharusnya didominasi Mercedes itu, Red Bull-Renault malah berhasil mencuri kemenangan melalui Daniel Ricciardo. Insiden itu tidak hanya membuat 25 potensi poin melayang, namun juga membuat kepercayaan diri Red Bull melambung.
    
Kepada ESPN, Wolff menyatakan akan melakukan banyak hal untuk mencegah hal-hal seperti itu terulang. Termasuk memberikan hukuman berat kepada Rosberg.     
    
"Saya tidak bisa berbicara banyak saat ini. Yang jelas, slap on the wrist mungkin tidak cukup," jelas Wolff.
    
Meski masih unggul jauh dari para pesaing, baik di klasemen pembalap maupun konstruktor, posisi Mercedes sebenarnya masih rawan. Masih ada tujuh lomba tersisa. Dan perlu dicatat, lomba terakhir di Abu Dhabi, mengalokasikan poin dobel. Kalau di seri-seri sebelumnya pemenang dapat 25 poin, di Yas Marina juara dapat 50 poin!
    
Selain ancaman hukuman kepada Rosberg, Wolff juga menyebut Mercedes akan melakukan perubahan kebijakan terkait team order. Sebelumnya tim berjuluk Silver Arrows itu membebaskan Rosberg dan Hamilton untuk bersaing asalkan tidak merugikan tim.
    
"Folosofi (tanpa team order, Red) itu berakhir di Belgia. Ketika Mercedes kehilangan begitu banyak poin. Kami tidak ingin ketika musim berakhir di Abu Dhabi kami kehilangan gelar baik konstruktor maupun pembalap. Fans kami terlalu banyak untuk menerima hal itu," papar Wolff. (ang)

BACA JUGA: AC Milan Ingin Pinjam Torres dari Chelsea

BACA ARTIKEL LAINNYA... Batal Gaet Fellaini, Napoli Bidik Sandro


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler