Rumah Adat Gobel Direnovasi, Warga Protes

Sabtu, 06 Februari 2016 – 00:35 WIB

jpnn.com - GORONTALO - Warga Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) protes keras terhadap pelaksanaan renovasi rumah adat Gobel. 

Warga menilai, rehab hanya akan membuat bangunan peninggalan sejarah itu kehilangan keasliannya. 

BACA JUGA: Besok Menhan Resmikan IKP di Solo

"Kami merasa sedih bangunan yang menjadi Lambang Pohalaa Bulango dibongkar. Sebab, rumah adat Gobel menjadi kebanggaan masyarakat sekitar Tapa dan Bulango," ujar Sofyan warga Desa Talulobutu, Kecamatan Tapa. 

Hal senda juga diutarakan Idih, warga Desa Lomaya, Kecamatan Tapa. Ia sangat menyayangkan pembongkaran tersebut, kendati ia tak memungkiri hal itu sepenuhnya menjadi hak keluarga.

BACA JUGA: Masih Doyan Miras Oplosan? Neh 13 Orang Tewas di Yogyakarta

Kini wajah kompleks rumah adat Gobel sejak sepekan belakangan ini sudah nampak sedikit berbeda. 

Saat ini terlihat lebih luas ketimbang sebelumnya karena bangunan rumah adat sudah hilang pada bagian tengahnya. Yang ada hanya tinggal sisa serpihan bongkahan batu pondasi saja yang berserakan pascadibongkar.

BACA JUGA: SIMAK! Pengakuan Jenderal Beristri 12

Anggota Dewan adat Provinsi Gorontalo Yamin Husain tak mau mengomentari hal itu dengan alasan tidak tahu persis alasan renovasi.

H Mohamad Pardede Gobel selaku pihak penanggung jawab proyek itu membenarkan adanya pembongkaran. Dikatakan, pembongkaran itu cuma sebatas peremajaan pada bahan bangunannya saja. Dirinya memastikan bentuk rumah adat akan dikembalikan sama seperti semula dan ditargetkan rampung bulan Agustus ini. 

" Ini tetap sama nantinya cuma agak ditambah sedikit tinggi soalnya kelihatan sudah mendangkal," terang Pardede. (csr/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siap-siap, Sore Ini Pelabuhan Merak Bakal Padat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler