Rumah tidak Layak Huni Itu akan Direnovasi, Ada Peran Besar Kapolres Cianjur

Rabu, 04 Agustus 2021 – 05:30 WIB
Rumah berukuran 3x4 milik Rohman warga Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, segera direnovasi Kapolres Cianjur. ANTARA/Ahmad Fikri

jpnn.com, CIANJUR - Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Polisi Mochamad Rifai akan membantu renovasi sebuah rumah tidak layak huni di Kampung Sukamukti, Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

Rumah milik warga bernama Rohman itu sudah nyaris roboh dan tidak pernah mendapat bantuan dari mana pun. 

BACA JUGA: Baznas Bazis DKI Gelar Program Bedah 42 Rumah Rusak Berat dan Tidak Layak Huni

Rumah berukuran 3 x 4 meter berdinding bambu itu telah ditempati Rohman bersama istri dan tujuh anaknya, selama dua tahun terakhir ini.

Kondisi rumah berlantai tanah yang berdiri di atas tanah milik perkebunan itu sangat memprihatinkan. 

BACA JUGA: AKBP Mochamad Rifai: Kami Tidak Akan Segan Memproses Setiap Aksi Premanisme

Sang pemilik rumah tidak memiliki penghasilan tetap untuk memperbaikinya. 

“Kami baru mendapat kabar, kalau masih banyak warga Cianjur yang tinggal di rumah tidak layak huni, seperti keluarga Rohman. Kami bersama donatur berencana untuk merenovasi rumah tersebut agar layak huni karena selama ini rumah ukuran 3 x 4 itu dihuni 9 jiwa, " kata AKBP Mochamad Rifai saat mendatangi keluarga Rohman, Selasa (3/8).

BACA JUGA: Ketika Warga Miskin RI Luput dari Penanganan COVID-19

AKBP Rifai mengatakan pihaknya merasa terpanggil untuk membantu Rohman yang selama ini tidak memiliki penghasilan tetap alias bekerja serabutan dengan menyediakan lahan garapan tetap, sembako untuk beberapa bulan ke depan, dan santunan pendidikan ketujuh anaknya.

"Untuk renovasi rumah akan segera dilaksanakan, namun kami masih diskusikan dengan donatur lain yang akan menghibahkan tanah bagi keluarga Rohman,” ungkap perwira menengah Polri itu. 

Rohman yang sejak dua tahun terakhir menempati rumah yang lebih layak disebut pondokan di tengah sawah itu bersama istri dan sembilan  anaknya. 

Namun, dua orang anaknya sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. 

Selama ini, bangunan berukuran sangat sempit itu hanya berupa ruangan dan tungku kayu sebagai dapur.

Dia berujar jangankan untuk membangun atau merenovasi rumah, buat makan sehari-hari saja kadang ada dan tidak.

“Tidak jarang kami sekeluarga hanya makan singkong, pisang dan ketela. Kalau ada yang menyuruh (jadi) kuli di sawah, baru saya ada penghasilan untuk membeli beras, " katanya.

Dia menuturkan rumah yang dibangun di atas tanah milik perkebunan. 

Setelah mendapat izin yang dibantu warga sekitar dan pihak desa setempat, sehingga dia dapat memiliki tempat tinggal seadanya. 

Untuk tidur setiap malam, mereka berkumpul di tengah rumah yang ditinggikan menggunakan bambu dan papan.

"Kami tidak menyangka akan mendapat bantuan dari berbagai pihak termasuk Kapolres Cianjur. Selama ini, kami tidak pernah mendapat bantuan apa pun seperti warga lainnya. Kami sangat berterima kasih pada Pak Kapolres dan pihak lain yang sudah peduli, " katanya. (antara/jpnn) 


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler