Rupiah Menguat di Awal Pekan, tetapi Masih Rawan

Senin, 06 April 2020 – 21:14 WIB
Mata uang rupiah Indonesia (IDR) dan dolar Amerika Serikat (USD). Foto/ilustrasi: Ayatollah Antoni/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Awal pekan ini (6/4) menjadi hari yang baik bagi rupiah. Dalam transaksi antarbank di Jakarta, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali menguat.

Pada penutupan transaksi, rupiah berada di level Rp 16.413 per USD. Ada penguatan 17 poin dibandingkan sebelumnya di lebel Rp 16.430 per dolar AS.

BACA JUGA: BI Buka-bukaan Penyebab Rupiah Kalah Tarung dengan Dolar AS

Menurut Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, penguatan rupiah hari ini seiring dengan pergerakan positif aset berisiko seperti naiknya bursa saham Asia. Selain itu sentimen positif lainnya adalah data tingkat kematian akibat wabah virus corona baru atau COVID-19 yang menurun di beberapa negara seperti AS, Italia, Spanyol dan negara Eropa lainnya yang mengindikasikan bahwa masa puncak pandemi mungkin akan segera berlalu.

Kendati demikian, Ariston menilai penguatan rupiah hari ini masih rentan. Sebab, angka kasus COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan peningkatan.

BACA JUGA: BI dan Pengusaha Berkoordinasi, Rupiah Menguat Lagi

"Di AS juga masih terus meningkat lajunya. Di China muncul gelombang kedua. Jadi pasar masih mewaspadai penyebaran wabah ini," ujar Ariston.

Pada perdagangan pagi, rupiah dibuka melemah di posisi Rp 16.450 per USD. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 16.413 hingga Rp 16.563 per USD.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada hari ini menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp 16.556 per USD. Pada Jumat lalu (3/4), USD menurut kurs tengah BI berada di level Rp 16.464.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler