Rusia Tuduh Amerika Luncurkan Operasi Bio-Militer Global

Jumat, 14 April 2023 – 14:56 WIB
Bomber alias pesawat pengebom B-52 milik Amerika Serikat. Pesawat buatan Boeing ini dilengkapi kemampuan menjatuhkan bom nuklir. Foto: Robert ATANASOVSKI / AFP

jpnn.com, MOSKOW - Amerika Serikat telah memulai upayanya dalam memperluas aktivitas militer biologis di seluruh kawasan di dunia, kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov dalam pidatonya di sidang paripurna Dewan Federasi (majelis tinggi parlemen Rusia), Rabu (12/4).

Ryabkov mengatakan bahwa kegiatan berbahaya AS terkait kegiatan bio-militer di Ukraina "menjadi bukti kuat bahwa negara itu mengabaikan kewajiban internasionalnya".

BACA JUGA: Rusia: Ukraina Masalah Hidup dan Mati, Semua Harus Sesuai Keinginan Kami!

Menurut dia, mayoritas negara penandatangan Konvensi Senjata Biologis dan Beracun (BWC), termasuk 120 negara yang mencakup negara non-blok serta beberapa negara lain, tidak terkecuali beberapa negara Barat, berada di pihak Rusia bahwa "efektivitas BWC akan jauh lebih tinggi jika protokol non-diskriminatif yang mengikat secara hukum universal untuk konvensi ini dapat dikembangkan, termasuk dengan mekanisme verifikasi yang efektif."

Rusia menilai bahwa protokol semacam itu sangat diperlukan guna meningkatkan efektivitas BWC.

BACA JUGA: Rusia Bertekad Tingkatkan Hubungan Kemanusiaan dengan Indonesia

"Proses perumusan protokol tersebut sempat berjalan sangat lancar sebelum akhirnya ditangguhkan dan bahkan digagalkan pada awal abad ke-21 oleh AS," kata Ryabkov mengungkapkan.

Ryabkov juga mengatakan bahwa alih-alih mendukung protokol, AS justru memutuskan untuk meningkatkan aktivitas militer biologis dan sejumlah program berfungsi ganda di hampir seluruh dunia, termasuk wilayah eks Uni Soviet yang bahkan mungkin menjadi wilayah prioritas AS.

BACA JUGA: Menlu Lavrov Sebut Rusia dan Amerika dalam Fase Perang

"Apa yang militer AS lakukan berkaitan dengan senjata biologis di Ukraina sudah jelas membuktikan bahwa mereka mengabaikan peraturan internasional. Hal ini juga menjadi sebuah pengingat bagi kami di kementerian, dan bagi berbagai badan federal terkait lainnya untuk mengambil langkah nyata dalam menegakkan ketentuan yang telah disepakati di BWC," kata Ryabkov menegaskan.

Dikutip dari situs Badan Pelucutan Senjata PBB (UNODA), BWC dibuat dengan garis besar agar mendorong semua negara untuk menahan diri dari penggunaan bakteri dan komponen beracun sebagai senjata serta mendorong pemusnahan senjata biologis semacam itu bagi pihak yang memilikinya. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler