Saat Penutupan Kongres PAN Amien Rais Ada di Lantai 14

Jumat, 14 Februari 2020 – 08:56 WIB
Amien Rais. (Foto: Dok JPNN.com)

jpnn.com, JAKARTA - Putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais membenarkan ayahnya tak hadir saat penutupan Kongres PAN di Hotel Claro, Kendari.

Mumtaz mengatakan, ayahnya berada di dalam kamar hotel bersamanya, saat penutupan kongres. Menantu dari Zulkifli Hasan ini mengatakan sang ayah berbincang dengan dirinya, termasuk membahas Pilkada 2020.

BACA JUGA: Zulhas Minta Maaf ke Amien Rais dan Soal Insiden Kursi Melayang di Kongres

Menurutnya memenangi Pilkada 2020 menjadi pekerjaan besar untuk PAN. "Betul (enggak hadir penutupan), ketika Pak Amien enggak hadir penutupan itu saya lagi dengan Bapak di kamar Bapak di lantai 14," kata Mumtaz, seperti dilansir RMOL.id

Mumtaz mengatakan ketidakhadiran ayahnya saat penutupan tidak perlu dibesar-besarkan. Ia juga mengimbau tak perlu terbawa perasaan bagi kader PAN yang jagoannya kalah di Kongres V PAN.

BACA JUGA: Pengamat: Amien Rais Masih Punya Pengaruh Menentukan Ketum PAN

"Ya, kami bincang-bincang saja, bincang-bincang lebih terkait pilkada sih. Karena setelah kongres ini ada pekerjaan rumah lebih besar, yaitu pilkada serentak 270 wilayah. Enggak usah terlalu lama bapernya. Sebab, misi besar bagi PAN menanti di depan mata,” terangnya.

Mumtaz berpandangan kongres adalah sebuah kompetisi setiap lima tahun. “Jadi ibarat orang main game, selesai ya sudah salaman kemudian melanjutkan misi yang lebih besar, yaitu pemenangan, pensolidan, pilkada 270 wilayah itu," katanya.

BACA JUGA: Taufiqulhadi: PA 212 Sudah Sering Aksi, Jadi Tidak Dianggap Serius Masyarakat

Sebelumnya diberitakan, pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, tidak hadir dalam penutupan kongres yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/2).

Saat penutupan Kongres PAN yang digelar di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara (12/2), jajaran petinggi partai duduk di bangku barisan paling depan. Yang duduk di barisan paling depan di antaranya Ketum Zulkifli Hasan (Zulhas), Ketua MPP Hatta Rajasa, Nasrullah, Asman Abnur, Eddy Soeparno, Yandri Susanto, Totok Daryanto, dan Bima Arya. (rmol/jpnn)
Guru Honorer Layak Diberhentikan?


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler