Saat Polisi Memberhentikan Pelatih Bhayangkara FC, Begini Ceritanya..

Jumat, 04 September 2020 – 21:15 WIB
Paul Christopher Munster berteriak memberikan instruksi pada anak didiknya ketika melawan Persija di lanjutan Liga-1 Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (4/12/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj

jpnn.com, JAKARTA - Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster punya cerita unik.

Tepatnya ketika berada di jalan raya, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Mantap! Ini yang Dilakukan Bhayangkara FC Agar Pemain Tak Rentan Cedera

Seorang polisi memberhentikan kendaraan yang digunakannya.

Cerita itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan The Guardian.

BACA JUGA: Shin Akui Tak Mudah Lawan Bulgaria, Salah Satunya Terkait Postur Tubuh

Ia diberhentikan karena kedapatan melanggar aturan lalu lintas.

Namun, karena tahu dia adalah pelatih Bhayangkara FC, polisi tersebut tidak jadi menilang dan memberi nasehat agar menaati peraturan berkendara.

BACA JUGA: Ramos Memuji Pemain Muda Spanyol Karena Hal Ini, Wajar Enggak Sih?

"Kepolisian Indonesia benar-benar merawat saya. Pernah lampu mobil saya mati dan mereka menghentikan saya," ujar Munster.

"Mereka memberi sedikit nasehat dan mengizinkan saya melanjutkan perjalanan. Mereka memperlakukan saya dengan sangat baik, terutama ketika kami meraih kemenangan," ucap Munster menambahkan.

Munster mengaku kerasan tinggal di Indonesia, sejak pertama kali melatih tim berjuluk The Guardian pada September tahun lalu dan ingin tinggal lebih lama di Nusantara.

"Saya ingin lebih lama di Indonesia, satu tahun ini cukup gila dan berasa sangat cepat, jadi saya ingin lebih lama di sini," ujar Paul Munster seperti dilansir dalam laman resmi klub di Jakarta, Jumat.

Paul Munster menjalani debut bersama Bhayangkara saat melawan Bali United di Stadion Patriot, Bekasi 13 September 2019. Saat itu pertandingan berakhir dengan skor imbang 0-0.

Ia berhasil membawa tim milik Korps Polri tersebut bangkit dari keterpurukan dan mengantarkan Jajang Mulyana dan kawan-kawan finis di urutan empat klasemen akhir Liga 1 musim 2019.

Mantan pelatih tim nasional Vanuatu ini kemudian bercerita, alasan sangat menikmati keseharian di Indonesia.

Antara lain, keramahan dan persahabatan yang terjalin di masyarakat Indonesia.

“Satu tahun di sini saya sangat senang seperti yang pernah saya bilang, saya suka negara ini, saya suka sepak bola. Jadi saya harap bisa membuat tim dan pemain tampil lebih baik," kata pelatih berusia 38 tahun itu.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler