jpnn.com - JPNN.com - Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terjerat perkara dugaan penodaan agama karena perkataannya mengenai Surah Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu. Ahok berstatus sebagai terdakwa dalam perkara tersebut.
Salah satu penasihat hukum Ahok, Josefina Syukur menceritakan alasan Ahok mengungkapkan soal Surah Al Maidah ayat 51 saat melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Seribu. Ahok teringat kejadian ketika dia didatangi oleh seorang ibu di Bangka Belitung pada 2007.
BACA JUGA: Ahok Anggap Kursi Terdakwa Sebagai Singgasana
Fina mengatakan, Ahok maju dalam Pemilihan Kepala Daerah di Belitung pada 2007. Ibu yang mendatanginya menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa memilih Ahok.
"Dia bilang begini 'Hok ibu minta maaf, ibu enggak bisa pilih Ahok, ibu setuju dengan semua programnya, tetapi ibu enggak bisa pilih, kenapa enggak bisa pilih? Karena kalau ibu pilih, ibu masuk neraka'," kata Fina dalam diskusi 'Kriminalisasi SARA dalam Pilkada Sebagai Penistaan Demokrasi' di Rumah Lembang, Jakarta, Rabu (4/1).
BACA JUGA: Besok, Lokasi Sidang Kasus Ahok Belum Berubah
Fina menyatakan, pada saat itu ada lawan politik Ahok menggunakan Surah Al Maidah untuk menjatuhkan mantan Bupati Belitung Timur itu. Hal itu diketahui dari selebaran.
"Jadi kalau pilih pemimpin non Muslim nanti masuk neraka, murtad, dan sebagainya," ucap Fina.
Ketika kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, Ahok menawarkan program pemberdayaan budi daya ikan kerapu. Awalnya, masyarakat bereaksi luar biasa terhadap program itu. Namun, ketika ditawarkan siapa yang berani mengambil program tersebut, masyarakat terdiam.
"Termasuk para ibu-ibu yang ada di depan, karena yang paling depan, yang pakai jilbab. Lalu Pak Ahok melihat ini mereka tidak bereaksi. Makanya dia bilang kalau ibu-ibu ambil program ini, itu akan sangat menguntungkan karena punya uang sendiri, bahkan bisa umrah. Namun, tetap tidak ada reaksi," tutur Fina.
Sampai sesi tanya jawab, Ahok berharap ada ibu-ibu yang menanyakan soal program pemberdayaan budi daya ikan kerapu. Tapi, kenyataannya tidak ada yang menanyakan program tersebut.
Ahok akhirnya teringat peristiwa ketika bertemu dengan seorang ibu di Bangka Belitung pada 2007. Karena itu, terlontar ucapan soal Surah Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu.
"Jangan-jangan ini mikirnya kalau saya pilih kamu berarti saya harus ambil program kamu, kalau saya ambil program kamu, nanti saya masuk neraka. Jadi dia (Pak Ahok) ingat cerita di Belitung itu, makanya dia bilang jangan sampai dibohongi, jangan percaya sama orang, dibohongi pakai Al Maidah 51," ungkap Fina.
Redaktur & Reporter : Gilang Sonar