Saatnya Generasi Milenial Dukung Industri Sawit Nasional

Sabtu, 06 Juni 2020 – 15:01 WIB
Digital Talk Show (Digitalk) membahas mengenai industri sawit. Foto source for jpnn

jpnn.com, MEDAN - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Eddy Abdurrahman menuturkan generasi milenial bisa menjadi medium penyebarluasan informasi yang cukup efektif di dalam negeri. Pasalnya, kelompok usia milenial aktif dalam mengakses dunia digital.

Kelompok usia 17 – 39 tahun merupakan generasi terbanyak pada periode bonus demografi pada 2020 - 2030.

BACA JUGA: Kementan Bakal Kembangkan Regulasi Permudah Industri Sawit

"Generasi milenial juga ditandai dengan kemampuannya mengakses informasi dalam jumlah banyak pada waktu yang relatif singkat. Interaksi komunikasi antar generasi milenial sangat intens dengan penggunaan sarana komunikasi yang beragam," ujar Eddy saat Digital Talk Show (Digitalk) pada Kamis (4/6).

Adapun kota Medan, Sumatera Utara dipilih sebagai lokasi untuk penyelenggaraan Digitalk tahap pertama. Selain Medan, event Digitalk ini juga akan digelar di berbagai kota lain secara bergantian, untuk menyapa kalangan milenial di kota-kota lainnya.

BACA JUGA: Ini Kunci Tingkatkan Daya Saing Industri Sawit Indonesia

"Lewat upaya ini diharapkan dapat turut mendorong generasi milenial Indonesia untuk semakin mengenal dan lalu bangga terhadap keberadaan industri sawit sebagai salah satu kekuatan utama Indonesia dalam hal pemanfaatan energi di masa mendatang, dan sekaligus bargaining position di tengah interaksinya di dunia internasional," harapnya.

Namun sayangnya, generasi milenial Indonesia sejauh ini justru belum memiliki pemahaman yang baik tentang fakta objektif terkait perkebunan dan industri kelapa sawit yang merupakan salah satu kekuatan utama Indonesia di dunia internasional.

BACA JUGA: Soal Penggunaan Dana Calon Jemaah Haji, Gus Miftah: Jangan Selonong Boy

"Pemahaman awam ini dikhawatirkan bisa membuat generasi milenial menjadi rawan mengambil kesimpulan yang keliru dan bahkan terjebak pada informasi-informasi negatif tentang industri sawit," jelasnya.

Bahkan, maraknya kampanye negatif terhadap sawit yang muncul secara terus menerus dengan isu-isu yang berubah-ubah, menjadikan generasi milenial rentan mengembangkan persepsi negatif mengenai sawit.

"Hal ini bisa merugikan sawit Indonesia karena generasi milenial berada pada usia produktif sehingga persepsi negatif tersebut dapat berdampak langsung pada volume konsumsi produk-produk kelapa sawit di dalam negeri." katanya.

Berkaca pada kondisi tersebut, diperlukan upaya penyampaian fakta-fakta objektif sawit kepada generasi milenial melalui kegiatan kampanye berkesinambungan yang sesuai dengan perilaku mereka.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler