Sah! Sayonara Google Plus

Rabu, 03 April 2019 – 21:36 WIB
Ilustrasi platform media sosial Google Plus. Foto: pixabay

jpnn.com - Google akhirnya resmi menyuntik mati dan menghapus semua akun konsumen di platform media sosial, Google+ (Google Plus).

"Prosesnya sedang berlangsung pada pagi ini (waktu setempat)," ujar juru bicara Google seperti dilansir The Verge, Rabu (3/4).

BACA JUGA: Rayakan HUT, Google Luncurkan Fitur Schedule di Gmail

BACA JUGA: Google Maps Ajak Bernostalgia Melalui Gim Snake

Penutupan aplikasi Google+ karena jumlah penggunanya rendah dan malah menjadi masalah keamanan bagi Google. Perusahaan mengatakan, setidaknya ada dua kebocoran data yang sudah diungkap oleh Google belakangan ini, yaitu 10 juta data pengguna Google+.

BACA JUGA: Google Maps Ajak Bernostalgia Melalui Gim Snake

Kebocoran data pertama, sempat disembunyikan oleh Google selama berbulan-bulan, sampai akhirnya diungkap ke publik dan membuat Google memutuskan untuk mematikan platform media sosial tersebut.

Lalu kebocoran kedua membuat mereka mempercepat proses penutupan layanan, yang awalnya dijadwalkan pada Agustus tahun lalu, namun diubah menjadi April tahun ini.

BACA JUGA: Google Maps Mudahkan Penggunanya Membuat Acara Publik

Selain itu, Google pun memang mengakui kalau Google+ gagal memenuhi ekspektasi mereka mengenai pertumbuhan jumlah pengguna.

"Meskipun tim teknik kami telah berusaha keras dan berdedikasi untuk membangun Google Plus selama bertahun-tahun, layanan ini belum mencapai jumlah pengguna ataupun adopsi developer dan interaksi pengguna dengan aplikasi ini pun sangat terbatas," tulis Google pada Oktober 2018 lalu.

Padahal, Google sejatinya sudah berusaha keras untuk memaksa penggunanya agar memakai Google+. Seperti saat Google+ baru dibuka, Google memaksa penggunanya untuk membuat akun di platform tersebut juga mereka mau menulis komentar di layanan Google lain seperti YouTube.

Waktu menjawab, bahwa memang Google+ kalah pamor dibanding platform media sosial lain seperti Facebook dan Twitter sehingga pertumbuhan jumlah penggunanya tidak bergerak. (mg9/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Google Maps Kembali Duplikasi Fitur di Waze


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler