Sakit Hati, Shinji Bantai 33 Orang

Sabtu, 20 Juli 2019 – 16:36 WIB
Kebakaran di Kyoto Animation Co menewaskan 33 orang. Semua karena ulah Shinji Aoba. Foto: AFP

jpnn.com, TOKYO - Shinji Aoba memang berang. Dia merasa karyanya telah dijiplak Kyoto Animation Co. Amarah itulah yang membuatnya nekat membakar kantor studio animasi di Distrik Fushimi, Prefektur Kyoto, Jepang, tersebut pada Kamis pagi (18/7).

Aoba memberikan pernyataan tersebut kepada polisi sebelum ditangkap. Namun, pernyataannya tidak bisa ditelan mentah-mentah. Sebab, polisi menyatakan bahwa mental pria 41 tahun itu terganggu.

BACA JUGA: Korban Kebakaran Tewas Bertumpuk di Tangga, Mengenaskan

''Kami belum mengetahui hubungan tersangka dengan Kyoto Animation,'' ujar Juru Bicara Kepolisian Distrik Fushimi Ryoji Nishiyama dalam konferensi pers kemarin, Jumat (19/7).

Polisi meminta publik tidak berspekulasi lebih dulu terkait dengan motif tersangka hingga Aoba bisa ditanyai lagi secara langsung. Saat ini dia masih dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar cukup parah di bagian wajah, kaki, dada, dan tangannya. Polisi belum bisa mengorek keterangan darinya.

BACA JUGA: Pak Jokowi jadi Sampul Depan Majalah Terbitan Jepang

BACA JUGA: Korban Kebakaran Tewas Bertumpuk di Tangga, Mengenaskan

Tindakan Aoba berakibat fatal. Jumlah korban jiwa terus merangkak naik. Kemarin 33 orang dipastikan tewas. Yaitu, 20 pegawai perempuan, 12 laki-laki, dan 1 korban lagi yang jenis kelaminnya belum teridentifikasi. Kondisi beberapa korban tewas memang tidak bisa dikenali lagi karena terbakar. Selain itu, 35 orang mengalami luka-luka. Sebagian besar patah tulang lantaran lompat dari lantai 2 dan 3.

BACA JUGA: Jepang dan Korsel Perang Dagang, Raksasa Teknologi Kalang Kabut

Nishiyama mengungkapkan, 20 korban tewas ditemukan tergeletak di lantai menuju atap. Sebelas jasad lainnya berada di lantai 2. Dua sisanya ditemukan di lantai 1. Saat kejadian, ada 74 orang di dalam gedung.

Api menyebar dengan begitu cepat dan langsung membesar sehingga banyak pegawai yang tidak punya waktu untuk melarikan diri. Penduduk sekitar juga tidak berani mendekat karena besarnya api.

Orang-orang berlarian dan berteriak dalam kondisi terbakar. Bensin yang dituangkan dalam jumlah besar dengan cepat berubah menjadi gas dan mengakibatkan ledakan. ''Rasanya, saya seperti melihat neraka,'' terang salah seorang saksi sebagaimana dikutip Agence France-Presse (AFP).

Pegawai juga hanya punya dua opsi. Yakni, keluar lewat pintu utama di lantai 1 atau pergi ke atap. Tidak ada pintu keluar lain di gedung tiga lantai tersebut. Sebab, Aoba menuangkan bensin di sekeliling lantai 1 dan membakarnya. Karena itulah, peluang keluar dari pintu utama sangat tipis.

Keluarga korban masih ketir-ketir. Sebab, hingga kemarin polisi belum merilis nama-nama korban tewas. Salah seorang yang masih hilang adalah Megumi Ono. Status perempuan 21 tahun itu belum jelas. Rata-rata pegawai di studio animasi yang dikenal dengan nama KyoAni tersebut berusia 20 tahun ke atas seperti Ono.

''Dia berada di lantai 2. Namanya tidak ada dalam daftar korban yang dikirim ke rumah sakit,'' kata Kazuo Okada kepada NHK. Okada adalah kakek Ono. Dia ingin sekali melihat cucunya dan memastikannya masih hidup.

Kebakaran di KyoAni membuat banyak pencinta anime merasa kehilangan. Puluhan orang mendatangi gedung yang sudah dilahap api tersebut dan menaruh bunga sebagai tanda dukacita. Situs penggalangan dana online untuk KyoAni kemarin siang mendapatkan USD 1,3 juta atau setara Rp 18,11 miliar.

Pembakaran termasuk kejahatan berat di Jepang. Sebab, banyak bangunan di Negeri Sakura tersebut yang terbuat dari kayu agar tahan gempa. Namun, kasus KyoAni bukanlah yang pertama. Gedung di Distrik Kabukicho, Tokyo, juga pernah terbakar pada 2001. Ketika itu 44 orang tewas. (sha/c14/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kebakaran di Tebet Dipicu Rebusan Cilok


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler