Salah Sebut Status Taiwan, 7-Eleven Rasakan Kemarahan China

Sabtu, 08 Januari 2022 – 22:06 WIB
TUTUP: Gerai 7-Eleven atau Sevel di Jalan Raden Patah, Jakarta Selatan yang berhenti beroperasi. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, BEIJING - Otoritas di Beijing, China, menjatuhkan denda sebesar 150.000 yuan atau sekitar Rp 336,7 juta kepada pengelola toko swalayan berjaringan global 7-Eleven.

7-Eleven memasang peta China yang tidak lengkap di lamannya dan memberikan label pulau Taiwan sebagai "negara merdeka", demikian putusan Badan Perencanaan dan Pemasaran Sumber Daya Alam Kota Beijing.

BACA JUGA: IIMS Digelar Februari 2022, Ada Merek Mobil Baru dari China

Pemasangan peta yang tidak lengkap oleh 7-Eleven di Beijing itu memicu kemarahan warganet China, demikian sejumlah media setempat, Sabtu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Wang Wenbin menyatakan bahwa Taiwan tidak bisa dipisahkan dari bagian China.

BACA JUGA: Baru Terjadi, Anggota Dewan Menghadap Lambang Negara China Saat Dilantik

"Saya ingin mengulanginya lagi bahwa Taiwan tidak bisa dipisahkan dari wilayah teritorial China dan prinsip satu China juga telah diakui dalam norma hubungan internasional serta menjadi konsensus komunitas internasional," ujarnya dalam pengarahan pers di Beijing, Jumat (7/1).

Sebelumnya restoran Singapura di wilayah China selatan juga dikenai denda yang sama karena mencantumkan nama Taiwan dalam daftar cabang.

BACA JUGA: China Makin Garang, Pemimpin Taiwan Mengajak Hindari Perang

Pada 2018, perusahaan garmen asal Amerika Serikat Gap telah meminta maaf karena salah satu kaus produknya memasang peta China yang tidak lengkap.

Setahun kemudian merek kosmetik asal AS MAC juga meminta maaf akibat kesalahan yang sama dengan Gap. (ant/dil/jpnn)

 

 

Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler