Sampah Bakal Dikelola Jadi Energi Listrik

Kamis, 23 Mei 2013 – 09:34 WIB
KARAWANG-Kepala Bagian Pengendalian Program, Bharoto Indriyatmo mengatakan, untuk kedepan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang berencana akan mengelola sampah tidak berguna menjadi bahan energi. Pasalnya, selama ini keberadaan tumpukan sampah yang menggunung hanya menjadi permasalahan di Karawang.

Berdasarkan hasil hearing dengan Komisi C DPRD, kata Bharoto, penanganan sampah ke depan harus diperbaiki. Baik dari segi pengangkutan sampai Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sampai dengan permasalahan kekurangan transportasi angkutan sampah yang sudah berumur. "Kalau permasalahan sumber daya manusia dalam masalah sampah ini, saya kira  tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Dikatakan, permasalahan sampah lain terletak pada peningkatan pengelolaan TPA. Sehingga ke depan, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan pemda akan bekerja sama dengan pihak ke tiga untuk mengelola sampah menjadi lebih bermanfaat. "Kita sudah ada empat penawaran kerjasama dari pihak ke tiga. Dari empat ini pengelolaan bagus. Sampai-sampai sampahnya bisa diolah menjadi energi listrik," katanya.

Jika saja sampah terus dibiarkan menumpuk, jelasnya, maka penimbunan sampah hanya akan membutuhkan lahan luas tanpa adanya solusi yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. "Tapi kalau sampah bisa dikelola menjadi energi, ini akan lebih bermanfaat. Ini masih dalam proses kajian. Belum masuk ke pembahasan anggaran," jelasnya.

Ketua Komisi C DPRD, Deden Irwan menyatakan, bahwa permasalahan sampah menggunung sudah menjadi permasalahan klasik sejak dulu. Karena menurutnya, sampai saat ini dinas terkait masih kekurangan armada pengangkut sampai dengan sumber daya manusia untuk mengangkut sampah. "Saya pikir permasalahan sampah juga bukan permasalahan yang biasa. Karena ini menyangkut keindahan tata ruang kota kita dimata kabupaten lain," tandasnya.(adk/lsm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bertemu, Delegasi Riau-Sumut Selalu Ribut

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler