Sampai Kapan Lorenzo Butuh Waktu Adaptasi di Ducati?

Kamis, 30 Maret 2017 – 09:49 WIB
Ducati menggelar uji coba privat di Jerez, Spanyol. Foto: crash

jpnn.com, JEREZ - Sebelum kebut-kebutan di Sirkuit Losail, Qatar digeber, Senin (27/3) dini hari WIB lalu, sudah banyak yang berani memprediksi Jorge Lorenzo akan kesulitan di MotoGP Qatar.

Benar. Juara dunia lima kali itu start dari posisi ke-12, finis di posisi ke-11 di sirkuit yang sejatinya dikenal sangat bersahabat dengan Lorenzo.

BACA JUGA: Betapa Bijaksana Rossi Merespons Hasil MotoGP Qatar

Lorenzo pantas punya alasan masih harus beradaptasi dengan Ducati. Namun rekan setimnya, Andrea Dovizioso bisa start dari posisi lima atau baris kedua. Dovi akhirnya berduel sengit berebut podium tertinggi dengan Maverick Vinales dan nyaris menang. Catat! Lorenzo dan Dovi menggunakan kombinasi ban yang sama medium-soft.

Usai lomba, Lorenzo menyebut pengalaman Dovi dengan Ducati sejak 2013 adalah keuntungan besar. Sedangkan Qatar adalah balapan debut Lorenzo bersama tim Italia tersebut. Sejak dari awal, sebelum balapan dimulai, rider Majorca tersebut menyatakan Dovi lebih cepat darinya. Namun dia akhirnya juga mengakui bahwa finis ke-11 di Qatar jauh dari harapannya.

BACA JUGA: Juara di Qatar, Vinales Seperti Berada di Dalam Mimpi

Sejak Selasa (28/3) sampai hari ini (30/3) Ducati menggelar uji coba privat di Jerez, Spanyol. Pada hari pertama, yang turun adalah pembalap uji Michelle Pirro. Sedangakan dua hari berikutnya Lorenzo dan Dovi akan melanjutkan. Ducati sendiri menyatakan bahwa uji coba tersebut diputuskan setelah hasil pra musim dirasa tidak cukup dan masih banyak hal yang belum dicapai.

Uji coba ini bakal sangat krusial bagi Lorenzo. Jerez adalah trek dimana Ducati selalu kesulitan tampil di sana. Maka jika Lorenzo mengalami kemajuan di trek tersebut, khususnya dalam proses adaptasi dan kepercayaan dirinya di atas Desmosedici, kemungkinan besar peluangnya untuk tampil bagus di Argentina dua pekan lagi akan terbuka.

BACA JUGA: Penuh Drama! Vinales Pertama, Dovi Kedua, Rossi Ketiga

Saat ini, hal yang paling merepotkan Lorenzo adalah menemukan titik pengeraman pas ketika akan memasuki tikungan. Ducati butuh gaya balap agresif agar tidak kehilangan banyak waktu ketika harus beradu akselerasi saat akan keluar tikungan dengan motor lain seperti Yamaha dan Honda. Gaya Lorenzo yang halus dan selalu mengerem agak jauh sebelum memasuki tikungan membuatnya kehilngan banyak waktu di tiap lapnya.

Di Malaysia, kekurangan Lorenzo tersebut bisa tertutupi karena sirkuit tersebut berkarakter cepat. Saat uji coba pra musim pertama digelar rider dengan nomor start 99 tersebut bisa dengan mudah mendapatkan kecepatannya di atas Desmosedici. Karena motor pabrikan Bologna itu memang lebih unggul dalam power dan sangat digdaya di trek lurus.

Sebenarnya Losail juga memiliki karakter yang hampir mirip dengan Sepang. Namun Lorenzo menyebut start dari posisi belakang sangat menyulitkannya. Plus pilihan ban belakang soft ternyata tidak cocok dengan gaya balapnya. Apalagi dia langsung berbuat kesalahan di lap pertama karena melebar di Tikungan 4. ''Andai tak melebar aku mungkin bisa bersama Valentino (Rossi) dan Dovi setidaknya sampai setengah lomba. Setelah 10 lap cengkeraman banku sudah drop,'' akunya dilansir Motorsport.

Sampai kapan Lorenzo harus belajar untuk beradaptasi? Bagi seorang rider MotoGP, seharusnya motor Ducati sudah lebih mudah dikendarai sejak lahirnya Desmosedici GP14. Motor tersebut mengalami revolusi besar khususnya dari sisi chassis yang lebih kompak.

Lebih mudah menikung ketimbang ketika era Casey Stoner atau Valentino Rossi. Ini sudah dibuktikan sejak tiga musim terakhir Desmosedici lebih kompetitif. Hingga tahun lalu sukses meraih dua kemenangan di Austria dan Sepang. ''Aku tahu motor (Ducati) ini punya potensi besar. Terlihat dari kecepatan Dovi di pra musim,'' aku Lorenzo.

Lorenzo kemungkinan tidak akan terlihat hebat di Argentina. Sirkuit tersebut sangat cocok dengan bintang Repsol Honda Marc Marquez atau Valentino Rossi. Jika melihat balapan di Qatar, Maverick Vinales juga berpeluang kuat untuk kembali bersinar. Tahun lalu Lorenzo out dari balapan di lap kelima setelah kehilangan grip bannya. Saat itu dia mengeluhkan ban Michelin yang tak punya cengekeraman sekuat Bridgestone.

Peluang Lorenzo untuk tampil bagus kemungkinan di GP Austria Agustus nanti. Sejak kembali ke kalender balap MotoGP tahun lalu, Red Bull Ring ditabalkan sebagai sirkuitnya Ducati. Hanya ada sembilan tikungan dan semuanya berkarakter cepat cocok dengan Desmosedici. Di trek itu pula Ducati mengemas kemenangan perdananya setelah puasa enam tahun. Tahun lalu Andrea Iannone tampil tak tersentuh di trek tersebut. (cak/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jangan Lupakan Marquez! Meski Santai tapi Incar Podium


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler