Sampaikan Pidato Kemenangan, Jokowi Ajak Lupakan Perbedaan

Anggap Prabowo-Hatta Sebagai Sahabat dalam Merebut Mandat Rakyat

Selasa, 22 Juli 2014 – 23:09 WIB
Presiden dan wakil presiden terpilih 2014-2019, Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat menyampaikan pidato kemenangan di atas phinisi Hati Buana Setia di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (22/7) malam. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Presiden terpilih 2014-2019, Joko Widodo alias Jokowi menyampaikan pidato penerimaan atau acceptance speech atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas hasil Pemilu Presiden  (Pilpres) 2014. Didampingi Jusuf Kalla yang menjadi wakil presiden terpilih, Jokowi justru mengucapkan terima kasihnya kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang menjadi kompetitor di pilpres lalu dalam urutan teratas.

Menurut Jokowi, justru Prabowo-Hatta telah menjadi sahabat selama bersaing meraih mandat rakyat. “Pertama-tama, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang telah menajdi sahabat kami dalam kompetisi politik untuk mendapat mandat rakyat untuk memimpin selama lima tahun mendatang,” kata Jokowi dalam pidato kemenangan di atas phinisi Hati Buana Setia di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (22/7) malam.

BACA JUGA: Pidato Kemenangan Jokowi, Nama Prabowo Disebut Pertama

Jokowi lantas menyinggung perbedaan politik dalam pilpres yang membuat masyarakat terbelah. Padahal, katanya, perbedaan merupakan hal lumrah dalam demokrasi.

Karenanya Jokowi-JK menyerukan kepada seluruh pihak untuk kembali menata hubungan sebagai sesama anak bangsa. “Pulihkan kembali hubungan keluarga dengan keluarga, tetangga dengan tetangga dan teman dengan teman yang sempat renggang,” ajaknya.

BACA JUGA: Presiden Minta Semua Pihak Legowo Terima Real Count KPU

Ditegaskannya, semua pihak bertanggung jawab untuk kembali membuktikan kepada bangsa sendiri ataupun bangsa-bangsa lain, terutama kepada generasi mendatang. “Politik itu penuh keriangan, politik itu di dalamnya ada kegembiraan, politik itu adalah kebajikan dan politik itu adalah suatu pembebasan,” ucapnya.

Jelang akhir pidatonya Jokowi mengajak seluruh masyarakat untuk kembali pada aktivitas normal. Menurutnya, sudah saatnya semua bersatu dan melupakan perbedaan. Mantan Wali Kota Surakarta itu lantas mengakhiri pidatonya dengan salam baru, yakni salam 3 jari sebagai sila ketiga di Pancasila, yakni Persatuan Indonesia.

BACA JUGA: Akhirnya Publik Tahu Mana Lembaga Survei Kredibel

“Mulai sekarang petani kembali ke sawah, nelayan kembali ke laut, anak-anak kita kembali sekolah, pedagang kembali ke pasar, buruh dan pekerja kembali ke pabrik dan karyawan ke kantor. Lupakanlah nomor satu, lupakanlah nomor dua, kembalilah pada Indonesia yang satu, Indonesia raya. Kita kuat karena bersatu, kita bersatu karena kita kuat. Salam tiga jari, persatuan Indonesia,” pungkasnya.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... SBY Belum Sampaikan Ucapan Selamat ke Jokowi-JK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler