Sandiaga Uno Anggap Usul Andre Rosiade Tidak Etis Dibahas Saat Ini

Minggu, 28 April 2019 – 17:51 WIB
Sandiaga Uno dan Nur Asia. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno tidak ingin mengomentari usulan politikus Partai Gerindra Andre Rosiade yang meminta masa jabatan presiden hanya satu periode.

Saat ini Sandiaga mengaku fokus mengawal surat suara Pemilu 2019 yang proses penghitungan resmi akan diumumkan KPU pada 22 Mei nanti.

BACA JUGA: Sandiaga Tolak Politisasi Hari Buruh

"Menurut saya itu usulan yang bukan sekarang tempatnya untuk didiskusikan. Fokus dahulu buat tanggal 22 Mei ini sampai ke depan, proses ini kami kawal dengan baik," ucap Sandi saat ditemui di Jakarta, Minggu (28/4) ini.

Menurut Sandi, pembicaraan tentang masa jabatan Presiden RI bisa digulirkan setelah rangkaian Pilpres 2019 berakhir. Ketika itu, semua kontestan pemilu tidak sibuk dengan pengawalan surat suara. "Kalau usulan-usulan seperti itu saya mohon dengan hormat untuk dibahasnya setelah proses ini berlangsung," ucap dia.

BACA JUGA: Sering WhatsApp sama AHY, Sandiaga Uno Yakin Demokrat Tidak Akan Kabur

Sandi menilai tidak etis membicarakan isu masa jabatan Presiden RI secara dini. Terlebih lagi, proses Pemilu 2019 membuat ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia.

(Baca lagi: Jubir BPN Prabowo - Sandi Bakal Usulkan Presiden Cukup 1 Periode)

BACA JUGA: Permintaan Sandiaga Uno kepada KPU: Jangan Kejar Tayang

"Usulan tersebut menurut saya tidak konstruktif disampaikan pada saat penghitungan suara sedang berlangsung, korban berjatuhan kelelahan yang luar biasa dirasakan dan mari memikirkan untuk bangsa dan negara bukan untuk memikirkan kekuasaan," ungkap dia.

Sebelumnya, politikus Partai Gerindra Andre Rosiade meminta evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu 2019. Selain evaluasi, Andre melempar wacana agar masa kerja presiden seharusnya hanya satu periode dengan masa jabatan tujuh tahun.

"Untuk itu, ke depan mari kita buka wacana baru bahwa Indonesia butuh presiden, cukup satu periode tujuh tahun," ujar Andre di Jakarta Pusat, Sabtu (27/4). (mg10/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Update Real Count KPU: Data Mendekati 50%, Selisih Suara Makin Lebar


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler