Sandiaga Uno Apresiasi Semangat Sineas Bali dan NTB dalam Festival Film Bulanan

Kamis, 24 November 2022 – 09:50 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi semangat sineas Bali dan NTB yang mengikuti Festival Film Bulanan. Foto dok Kemenparekraf

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi semangat sineas Bali dan NTB yang mengikuti Festival Film Bulanan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Sandiaga pun mengumumkan dua film terpilih asal Kota Denpasar, Balu dan Mataram, NTB

BACA JUGA: Bertemu Budayawan & Pengusaha di Solo, Sandiaga Siap Ciptakan Lapangan Kerja Baru

“Kami ucapkan selamat untuk film Merajut Selamat Tinggal karya Sutradara Intan Khairunnisa dan film Maulid Adat Bayan karya Muhammad Jaya Laksana, kalian berhak maju sebagai nominasi di Malam Anugerah Festival Film Bulanan nanti,” ujar Sandiaga Uno dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/11).

Sandiaga mengaku senang karena meski ada keterbatasan akses dan fasilitas, sineas Bali dan NTB tetap semangat memproduksi film.

BACA JUGA: Menparekraf Sandiaga Uno Berharap Santri Bisa Aktif Menjawab Tantangan Digital

"Saya senang sekali, di tengah keterbatasan, mereka bukan hanya membuat film untuk diri mereka sendiri. Tetapi, juga mengangkat tradisi dan kearifan lokal dari daerah masing-masing," tutur Sandiaga.

Sandiaga juga mengaku bangga dengan berbagai macam film yang meramaikan Festival Film Bulanan lokus 4 kali ini.

“Sangat menyenangkan sekaligus bangga melihat teman-teman yang ikut meramaikan Festival Film Bulanan. Saya lihat semua semangat dan antusias dengan festival ini,” kata Sandiaga.

Dia berpesan kepada para peserta agar terus berkreativitas dan jangan pernah berhenti belajar.

“Gali kreativitas dan terus belajar dari pengalaman. Saya percaya teman-teman akan menjadi sineas kebanggaan dan menghasilkan karya yang luar biasa” tutup Sandiaga.

Kedua film yang terpilih di Festival Film Bulanan lokus 4, adalah Merajut Selamat Tinggal dan Maulid Adat Bayan memiliki pendekatan yang berbeda.

Film Merajut Selamat Tinggal memfokuskan teknis sinematografi yang bervariasi untuk menekankan masalah dalam ceritanya, sementara film Maulid Adat Bayan berusaha menampilkan keindahan tradisi ritual perayaan agama.

Kedua film terpilih mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), di antaranya sertifikat, suvenir, dan penayangan poster film di sejumlah area gedung Kemenparekraf sebagai bagian dari ekshibisi.

Selain itu, film terpilih juga akan ditayangkan secara premier di kanal YouTube Kemenparekraf selama satu bulan.

Proses kurasi dilakukan oleh 4 orang kurator yaitu Mohamad Ariansah, Rahabi Mandra, Damas Cendekia, dan Batara Goempar.

Para kurator memilih berdasarkan tiga kriteria utama dalam penilaian, yaitu orisinalitas gagasan atau ide, cara bercerita dalam film pendek, dan kualitas teknik. (mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler