Santriwati Bakar Foto Lady Gaga

Jumat, 25 Mei 2012 – 09:33 WIB

CIAMIS –  Reaksi penolakan terhadap rencana konser Lady Gaga di Jakarta, juga datang dari daerah. Massa dari daerah bahkan mengancam datang ke Jakarta untuk meneriakkan penolakannya.

Di Kabupaten Ciamis misalnya, massa santri dan santriwati  Pondok Pesantren  Miftahul Huda Utsmaniyyah di Dusun Cikole Desa Cijulang Kecamatan Cihaurbeuti membakar foto Lady Gaga, kemarin (24/5) pukul 09.00 di halaman pesantren.

Koordinator Aksi yang juga merupakan santriwati di Ponpes MiftahulHuda Utsmaniyyah, Siti Aisah (20), mengatakan sebagai perempuan, jelas dia merasa dilecehkan dengan kelakuan Lady Gaga yang seronok, melebihi batas kodrat wanita. Untuk itu dia dan teman-temannya menolak tegas kedatangan Lady Gaga ke Indonesia. ”Saya tolak Lady Gaga,” terang Siti.

Koordinator aksi dari santri Muhamad Warman mengatakan apabila pemerintah mengeluarkan ijin konser Lady Gaga, sama artinya secara langsung menghancurkan moral generasi anak bangsa. Bila sampai konser itu jadi, pihaknya juga tidak akan tinggal diam dan akan pergi berdemonstrasi ke Jakarta. “Kita tolak Ledy Gaga ke Indonesia dengan harga mati dan siap perang melawan seorang kapir,” tegasnya.

Sesepuh Ponpes Miftahul Huda Utsmaniyyah KH Ma’sum Ahmad Hasan menegatakan seribu orang  lebih santrinya jelas menolak keras kedatangan Lady Gaga ke Indonesia. Untuk itu, pemerintah serta Polri bisa melihat persentase penolakan dari masyarakat.

Dia menilai hanya 20 persen orang yang mendukung sedangkan penolakan mencapai 70 persen. Kedatangan Lady Gaga pun akan lebih besar mudaratnya dibandingkan manfaatnya.“Bila tetap masih memberi ijin,  kita lihat saja aksi selanjutnya yang akan dilakukan kami, ” tegas KH Ma’sum yang juga Ketua Dewan Suro Jawa Barat Front Pembela Islam (FPI).

Di lokasi terpisah, di wilayah Kota Ciamis sekitar pukul  11.00 penolakan terhadap Lady Gaga dilakukan ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Ciamis. Mereka
membagi-bagikan selembaran penolakan kedatangan  Lady Gaga kepada pengguna jalan.

Korlap FPI H Wawan Abdul Malik Marwan mengatakan pembagian selembaran penolakan itu tujuanya supaya masyarakat tahu dan bahwa Lady Gaga tidak harus datang ke-Indonesia. Sangat tidak perlu kedatanganya, bila pun datang pihaknya juga tidak akan tinggal diam , tentunya akan aksi lebih besar ke Jakarta.

Massa yang turun ke jalan di Kebupaten Ciamis, kemarin bukan hanya FPI, namun bersama Frum Islam Bersatu (FIB) Kabupaten Ciamis. Baginya Lady Gaga sebagai penyebar kemusyrikan, penyeru sex bebas, merusak moral remaja, ikon pornografi, pornoaksi serta penghina seluruh agama sebagai penganut atheis.

“Kami tegaskan  Mabes Polri  harus bisa tegas tolak konser Lady Gaga, karena umat Islam jelas marah. Kami pun tidak akan tinggal diam,” pungkas Wawan kepada Radar Tasikmalaya. (isr/sam/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... FPB Ingatkan Aparat tak Halangi Aspirasi Warga Kalimantan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler