Saran Fahira Idris Terkait Penerapan PSBB Transisi

Senin, 08 Juni 2020 – 20:48 WIB
Anggota DPD RI Fahira Idris. Foto: Humas DPD RI

jpnn.com, JAKARTA - Mulai hari ini (8/6), beberapa sektor dan aktivitas ekonomi di Ibu Kota sudah diperbolehkan untuk berkegiatan kembali setelah lebih dua bulan dihentikan.

Kegiatan perkantoran, aktivitas pertokoan, perindustrian, pergudangan, termasuk transportasi online akan kembali menggeliat tetapi dengan syarat melakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

BACA JUGA: Hari Pertama Masa PSBB Transisi Stasiun Manggarai Ramai

Sebelumnya, berbagai pelonggaran juga telah dilakukan antara lain kegiatan rutin di rumah ibadah, fasilitas olahraga luar ruangan, mobilitas kendaraan pribadi, dan angkutan umum massal. Adanya pelonggaran beraktivitas di luar rumah ini tentunya membutuhkan tingkat kedisiplinan lebih agar tetap aman, sehat, dan produktif.

Anggota DPD RI atau Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengungkapkan agar PSBB transisi di Jakarta berjalan baik dan tidak lagi diperpanjang setelah Juni 2020, membutuhkan disiplin dua kali lipat. Pasalnya, PSBB transisi yang memberikan beberapa kelonggaran kepada warga untuk beraktivitas di luar rumah mempunyai potensi lebih besar terinfeksi Covid-19 dibanding saat hanya beraktivitas di rumah.

BACA JUGA: Bu Risma Usul PSBB di Surabaya Dihentikan, Simak Alasannya

Oleh karena itu, Fahira mengharapkan semua warga DKI Jakarta dan warga daerah lain yang beraktivitas di Jakarta untuk lebih mempersiapkan diri baik fisik maupun mental agar tidak lengah atau alpa menjalankan protokol kesehatan. 

“Butuh kedisiplinan dua kali lipat menjalani PSBB transisi ini jika kita ingin akhir Juni nanti PSBB tidak diperpanjang. Berbagai aktivitas di luar rumah membutuhkan disiplin dua kali lipat dibanding saat di rumah,” ujar Fahira Idris, di Jakarta (8/6).

BACA JUGA: PSBB Dilonggarkan, Taman Jajan CBD Bintaro Mulai Dipadati Pengunjung

“Yang harus terpatri di hati dan pikiran kita semua adalah pandemi ini masih berlangsung. Wabah ini masih mengitari hidup kita. Kita masih belum aman dan bebas dari Covid-19. Kita masih berpotensi tertular jika tidak disiplin dan taat jalani protokol kesehatan dan aturan yang telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta.”

Menurut Fahira Idris, PSBB transisi ini sejatinya merupakan ujian bagi warga Jakarta apakah bisa lulus menuju tataran normal baru atau new normal. Ujian ini bisa dilewati dengan baik dan dinyatakan lulus jika hingga akhir Juni 2020 nanti penurunan reproduksi virus (Rt) corona tipe 2 (SARS-CoV-2) terus terjadi (turun drastis) dan grafik kasus positif Corona di Jakarta makin melandai.

Fahira mengatakan kunci jawaban dari ujian ada adalah disiplin, disiplin, disiplin. Perilaku disiplin tidak hanya bagi semua individu, tetapi juga bagi para pelaku usaha, perusahaan, atau korporasi lewat kebijakannya yang mengadopsi dan menjalankan penuh protokol kesehatan.

“Jika dalam ujian ini kita bisa lulus maka Jakarta baru bisa melangkah ke new normal, tetapi jika yang terjadi sebaliknya, bisa jadi kita kembali kepada PSBB seperti sebelumnya dengan pembatasan yang sangat ketat. Untuk itu sekali lagi, kita harus disiplin,” ujar Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini.

Sebelumnya (7/6), Gubernur Anis Baswedan memberikan pesan-pesan untuk seluruh masyarakat yang tinggal di Jakarta ataupun masyarakat yang tinggal di luar tapi berkegiatan di Jakarta selama beraktivitas saat PSBB transisi yaitu antara lain: taati protokol kesehatan; usahakan tetap berada di rumah; selalu gunakan masker; pastikan jaga jarak aman; jauhi kerumunan; saling mengawasi dan mengingatkan.(fri/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler