Sarinah Jaktent 2021, Tantangan Dunia Literasi di Mata Erick Thohir dan Generasi Muda

Kamis, 09 Desember 2021 – 17:01 WIB
Sarinah Jakarta Content Week 2021 (Sarinah Jaktent) membuat sesi khusus yang membahas mengenai isu perkembangan dunia literasi di tengah digitalisasi, pada Rabu (8/12). Foto dok Sarinah

jpnn.com, JAKARTA - Sarinah Jakarta Content Week 2021 (Sarinah Jaktent) membuat sesi khusus yang membahas mengenai isu perkembangan dunia literasi di tengah digitalisasi, pada Rabu (8/12).

Dalam sesi ini, panitia mempertemukan penulis muda dari generasi digital native dengan Menteri BUMN, dua generasi dan sudut pandang berbeda.

BACA JUGA: Raih 2 Penghargaan di Ajang SNI Award 2021, Tatalogam Group: Komitmen Kami Menjaga Mutu

Mengambil tema On Literacy: Turning the Wheel of Wealth, acara yang berkolaborasi dengan JCCN (Jakarta Creative City Forum) dan ICCN (Indonesia Creative City Network) ini membahas beragam tantangan dan kesempatan yang tersaji di dunia literasi kita.

Mulai dari elemen produksi, medium, distribusi, sampai minat baca masyarakat.

BACA JUGA: Ekspor Mi Instan Indonesia Tembus Pasar Non-Tradisional

Di saat yang bersamaan, Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia baru saja dinobatkan sebagai salah satu UNESCO City of Literature dan masuk ke dalam jaringan kota kreatif dunia.

Dalam diskusi ini, dibahas tentang banyaknya elemen yang membangun dunia literasi Indonesia dan sampai saat ini beberapa di antaranya masih belum bekerja secara maksimal.

BACA JUGA: PT Sarinah Promosikan Produk-produk Indonesia ke Timur Tengah dan Eropa

Oleh karena itu, dibutuhkan semacam role model atau prototype yang mampu menginspirasi, menggerakkan, atau bahkan mengorganisir para stakeholder literasi dan masyarakat luas. 

“Penting bagi BUMN untuk membuka dan mendekatkan diri pada masyarakat, melakukan hal-hal yang menyentuh langsung pada kehidupan masyarakat. Kegiatan literasi adalah dasar untuk mencetak masyarakat berkualitas yang dapat membangun bangsa, karena literasi adalah energi pengikatdari seluruh aktivitas para pelaku kreatif lintas subsector,” ujar Erick Thohir, Menteri BUMN.

Erick juga bercerita hobinya yang sampai saat ini kerap menyimpan berbagai buku.

"Sampai hari ini saya masih mengoleksi buku-buku tua, karena menurut saya itu adalah bagian dari kekuatan daripada manusia, bagaimana itu menjadi nilai yang sangat berharga," ucap Erick.

Nadhifa Allya Tsana atau kerap kali dikenal dengan Rintik Sedu, penulis muda inspiratif yang mengajak masyarakat untuk mencintai buku dan pengetahuan.

Hal itu dilakukannya melalui berbagai platform digital yang diciptakan Rintik Sedu, mulai dari blog, Twitter, Wattpad, bahkan podcast. 

“Pemanfaatan platform digital dalam literasi bisa membawa orang kemanapun tanpa harus benar-benar menghadiri tempat tersebut. Literasi dan buku tidak harus selalu diajses secara fisik, bisa dengan media apa pun dan pendekatan apa pun, selama itu dibicarakan, buku tidak pernah akan mati,” ujar Rintik Sedu.

Ketua Harian Jakarta Kota Buku Laura Bangun Prinsloo mengatakan kehadiran Erick Thohir dan Rintik Sedu di diskusi ini diharapkan bisa menjawab tantangan-tantangan dalam dunia literasi dan pemanfaatan yang tepat terhadap dunia digital.

"Anak muda Indonesia harus benar-benar bangkit dan melakukan perubahan dengan aktivasi dunia digital yang mempermudah. Dukungan dari stakeholder dan pemerintah pun harus diupayakan dengan semaksimal mungkin, untuk tercapainya pemerataan dan pemberdayaan literasi yang lebih luas lagi,” ujar Laura.

“Diskusi ini menjadi bagian dari dukungan Sarinah sebagai community mall, untuk menjadi ruang kreasi, pertemuan, dan jejaring para insan kreatif, terutama di bidang literasi. Kami berharap, teman-teman di industri kreatif dan konten kreator, bisa memanfaatkan Sarinah untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Fetty Kwartati, CEO & Direktur Retail PT Sarinah.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler