Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Belajar dari Liburan Panjang Sebelumnya

Rabu, 16 Desember 2020 – 19:15 WIB
Ilustrasi - sampel swab test Covid-19. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk belajar dari tiga pengalaman sebelumnya, Idulfitri, Iduladha, dan HUT Kemerdekaan RI, terkait liburan panjang.

Karena itu, Satgas Covid-19 mengharapkan masyarakat menunda untuk berlibur di luar kota pada Natal dan Tahun Baru 2021.

BACA JUGA: Pasien COVID-19 yang Sembuh di RSD Wisma Atlet, Hamdalah

"Kita lihat memang setelah libur panjang, ini lumayan ada kenaikan-kenaikan. Sebelumnya, angka sebelum liburan tidak sampai tinggi," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam webinar bertajuk Covid-19 Dalam Angka: Belajar dari Pengalaman Libur Panjang pada Rabu (16/12).

Menurut dia, libur panjang sebelumnya juga jadi pemicu lonjakan kasus corona secara signifikan. Pada umumnya dampak akan mulai terlihat mulai 10-14 hari setelah liburan berakhir.

BACA JUGA: Berita Duka, Kepala Dinas Yudi Ferdiana Meninggal Dunia karena Covid-19

Dewi mencontohkan peningkatan kasus Covid-19 usai libur panjang akhir Oktober lalu.

Pada saat liburan memang terjadi penurunan dalam sepekan, yaitu sekitar 22 ribu. Dewi menduga penurunan itu terjadi karena angka pemeriksaan juga menurun.

BACA JUGA: Massa Habib Rizieq Geruduk Kantor Polisi: Tegakkan Keadilan, Allahuakbar

Meski demikian, pada pekan ketiga pascalibur panjang akhir Oktober, tiba-tiba kasus melonjak secara signifikan hingga 5 ribu-6 ribu kasus per hari. Rata-rata kasus positif Covid-19 meningkat dari 13,8 persen, menuju 14,67 persen, hingga 17,31 persen.

"Kalau dilihat dari level nasional, dampak libur panjang terlihat pada dimulainya pekan ketiga saat libur panjang berakhir," kata Dewi. (tan/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler