Sebanyak 10.404 Peserta Ikuti Ujian Seleksi Mandiri di UNAIR

Minggu, 27 Juni 2021 – 06:23 WIB
Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair Achmad Solihin. Foto: Arry Saputra/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Sebanyak 10.404 pendaftar ujian seleksi mandiri di Universitas Airlangga (Unair) mulai digelar secara offline, Sabtu (26/6).

Ujian itu tersebar dalam sepuluh sesi dalam lima hari pelaksanaannya. 

Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair Achmad Solihin mengatakan dari puluhan ribu pendaftar mandiri, 3.003 di antaranya pemegang KIPK. 

"Unair memberikan kesempatan kepada masyarakat kurang mampu untuk bisa mengikuti ujian mandiri ini," ujar Achmad.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Jokowi Mendadak Ajak Kapolri dan Panglima TNI, Kepala BKN Tegang, Inikah Fakta Covid-19?

Kapasitas KIPK di Unair sebanyak 1.400 mahasiswa. Namun, kapasitas itu sudah terisi dari jalur SNMPTN dan SBMPTN. Sehingga tersisa 300 kuota untuk jalur mandiri. 

Peserta yang lolos juga tergantung hasil tes peserta apakah memenuhi atau tidak dengan sebaran nilai sesuai prodi yang dipilih dan daya tampungnya.

"Jadi seleksi diambil berdasarkan nilai terbaik sebanyak daya tampung yang ada," kata dia. 

Untuk daya tampung secara keseluruhan di kuota Mandiri, sebanyak 50 persen dari kapasitas, karena Unair merupakan PTNBH.

Banyaknya peserta yang sudah diterima dari jalur SNMPTN dan SBMPTN, maka disediakan sekitar 2.800 mahasiswa baru menyesuaikan daftar ulang. 

"Syarat utama ujian harus dalam kondisi sehat, salah satunya ditunjukkan dengan hasil rapid antigen negatif yang berlaku tiga hari sebelum ujian," jelas dia.

Selain itu, calon mahasiswa juga harus mempersiapkan dokumen seperti ijazah atau surat keterangan lulus dan kartu peserta. 

"Di ujian hari pertama ini ada satu peserta yang di tolak karena tidak menunjukkan hasil tes usap antigen. Dia gugur karena kami tidak menyiapkan ujian susulan," ucap dia.

Dalam ujian ini, protokol kesehatan dijalankan secara ketat, mulai dari cek suhu tubuh, cuci tangan. Selain itu juga tersedia tim satgas yang bertugas memantau jalannya ujian sesuai aturan. 

"Kami juga bekerja sama dengan satgas covid di tingkat universitas untuk berkoordinasi dengan puskesmas setempat," kata Solihin. (mcr12/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA JUGA: DPR: Minat Mahasiswa Jadi Tantangan Program Kampus Merdeka

BACA JUGA: Tangani Masalah Kemiskinan, Menteri Sosial Gandeng Mahasiswa Seluruh Indonesia


Redaktur & Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler