Sebelum Dibunuh, PNS Kementerian PU Dipaksa Minum Air Mineral Bercampur Obat Tetes Mata

Minggu, 27 Oktober 2019 – 16:36 WIB
Suasana penggalian mayat Apriyanita (inset) PNS Kementerian Pu yang ditemukan tewas dicor di TPU Kandang Kawat, Palembang, Jumat (25/10/2019). Foto: sumeks.co

jpnn.com, PALEMBANG - Polisi masih terus mendalami kasus pembunuhan Apriyanita, 50, PNS Kementerian PU Balai Besar yang mayatnya dicor semen di TPU Kandang Kawat, Palembang, Sumatera Selatan.

Hingga kini penyidik masih terus mendalami keterangan Yudi Tama Redianto, 40, rekan bisnis korban yang juga sekaligus tersangka dalam kasus tersebut. 

BACA JUGA: Aksi Tak Terpuji Pemuda Ini Terekam CCTV, Ya Ampun...

Tersangka Yudi juga telah mengakui semua perbuatannya. Ia mengaku nekat membunuh korban karena persoalan utang dengan korban.

“Aku punya utang sama korban Rp100 juta. Korban meminta bayar dahulu Rp35 juta, tetapi aku cuma punya duit Rp15 juta. Namun, dia maksa minta duit itu segera ada,” aku Yudi.

BACA JUGA: Gaji Tak Kunjung Dibayar Klub, Pemain Kalteng Putra Datangi Rumah Gubernur

Menurut Yudi, utang tersebut berawal saat ini melakukan bisnis jual beli mobil yang kini mobil hasil penjualan tersebut sudah tidak ada lagi. “Korban menagih (uangnya) terus,” ujarnya.

Tersangka yang kesal lalu menghubungi pamannya dan menceritakan terkait utangnya kepada korban. Pamannya sempat berpesan agar tersangka menghabisi korban.

BACA JUGA: Oknum ASN Ini Ternyata Bandar Narkoba, Diciduk Saat Pesta Sabu di Kamar Hotel

“Kami bertiga langsung jemput korban ke rumah dia. Paman aku dan Iyas yang membunuh korban. Korban juga sempat kami paksa minum air mineral yang sudah dikasih obat tetes mata. Setelah lemas baru lehernya kami jerat dari belakang,” beber Yudi lagi.

Setelah korban tidak bernyawa, korban dibawa keliling dan tersangka mencari tempat untuk mengubur dengan maksud menghilangkan jejak.

“Kami sampai di TPU Kandang Kawat, langsung digali, terus dikubur baru dicor semen biar baunya tidak tercium. Waktu itu yang bawa mobil aku, paman saya dan Iyas yang jerat leher korban, tetapi pas menguburkan korban aku tidak ikut,” katanya.

Penemuan mayat PNS Kementrian PU Balai Besar Jalan Palembang ini membuat geger warga sekitar TPU Kandang Kawat. Jasad korban hanya dikubur hanya sedalam kurang lebih satu meter di antara dua batu nisan.

Untuk memastikan jasad tersebut adalah benar korban Apriyanita, polisi langsung meminta Heriyanto, kakak kandung korban untuk mengecek jasad yang sudah mengeluarkan bau tak sedap.

Korban ditemukan dalam kondisi kaki tertekuk terikat tali rapia dan masih mengenakan seragam PNS berwarna putih.

“Sebelum hilang adek nih dijemput teman dari rumah dia. Sempat diantar balik sama kawannya lalu pergi lagi setelah itu tidak ada kabar,” terang Heriyanto.

Selama tiga hari, Heriyanto ikut membantu mencari adiknya hingga akhirnya mayat korban ditemukan
di TPU Kandang Kawat.

“Aku yakin itu benar jasad adik saya dari celana yang dipakainya. Sungguh kejam pelaku,” ucapnya.

Hingga saat ini tim penyidik masih terus mendalami keterangan tersangka Yudi di Mapolda Sumsel. Sejak keluarga melaporkan korban hilang pada tanggal 14 Okotber 2019 lalu, tim penyidik Unit I Subdit 3 Jatanras sudah mengamankan saksi.

“Ada saksi yang sudah dijadikan tersangka yang saat ini diamankan dan masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” terang Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yudhi Suhariadi.

Termasuk, sambung Yudhi, jasad korban yang ditemukan dikubur di TPU Kandang Kawat sudah dibawa ke kamar jenazah RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Peran Detail Shairil Anwar di Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

“Motif pelaku masih kami dalami. Termasuk korban dibunuh dahulu, baru dikubur atau dibunuh di lokasi penemuan jenazahnya,” tukasnya.(dho)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler