Sedang Berperang dengan COVID-19, Indonesia kini Juga Diserang Infodemi

Kamis, 28 Januari 2021 – 20:54 WIB
Ilustrasi Covid-19. Grafis: Rahayuning Putri Utami/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Dedy Permadi menyebutkan, saat ini indonesia tidak hanya menghadapi pandemi COVID-19.

Namun, juga menghadapi informasi hoaks selama pandemi atau disebut infodemi, khususnya terkait vaksin COVID-19. 

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Putra Serang Balik Sandiaga Uno, PPPK Minim, Pemda Setengah Hati? Desas-Desus soal Vaksin Sinovac

Satu di antara infodemi itu yakni gereja mengharamkan vaksinasi. Infodemi itu beredar di Whatsapp dan media sosial. Faktanya, gereja mendukung program vaksinasi COVID-19.

"Penyebaran infodemi berefek pada biasnya informasi sehingga bisa menutupi informasi-informasi valid dari sumber resmi. Adanya infodemi semakin memperkeruh keadaan," kata Dedy dalam keterangan resmi yang disampaikan Humas Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (28/1).

BACA JUGA: Jangan Lupa Periksa Tekanan Darah dulu Sebelum Terima Vaksin Covid-19

Kemenkominfo, kata Dedy, akan terus bekerja melawan infodemi ini. Setidaknya, untuk memastikan masyarakat tidak terpapar hoaks.

"Jadi, semua harus sangat berhati-hati agar tidak terpapar infodemi dan jangan sampai menjadi carrier virus infodemi. Hentikan penyebaran hoaks dan disinformasi," tegas Dedy Permadi.

BACA JUGA: 54 RW di DKI Jakarta Berstatus Zona Rawan Covid-19, Ini Daftarnya

Menurut Dedy, tidak terdapat vaksin dan obat untuk mengatasi infodemi. Penyebaran dan transmisi hoaks harus diputus dengan disiplin menjalankan cek dan ricek.

Kemenkominfo terus meningkatkan upaya memerangi infodemi yang membawa virus hoaks dengan menyediakan layanan pengaduan Chatbot Anti Hoaks.

Selain itu, lembaga independen Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) bekerja sama dengan WhatsApp membuat Chatbot pengecek fakta Turn Back Hoax di nomor Whatsapp 085921600500.

Selain itu, kata dia, Kemenkominfo telah berkoordinasi dengan empat platform media sosial untuk menangani hoaks selama pandemi COVID-19 di Indonesia.

Kemenkominfo, kata dia, juga bersinergi dengan Bareskrim Polri melalui cyber ground atau patroli siber dengan waktu operasi 24 jam.

"Semua berperan penting dalam menghadapi dan memberantas infodemi. Semua perlu lebih teliti dalam menyaring informasi dan tidak terpancing dengan judul-judul informasi yang provokatif serta kemudian menyebarkannya karena dorongan emosi semata,” pesan Dedy Permadi.

Lantas Dedy memberi petunjuk untuk membuktikan sebuah informasi bersifat haoks atau tidak. Langkah awal yakni membuka tautan https://sd.id/infovaksin.

Kemudian klik cek dan buktikan haoks. Selanjutnya masukkan kata atau kalimat yang ingin dicari. Berikutnya, membaca penjelasan tentang informasi tersebut.

"Apabila menemukan berita yang tidak benar atau hoaks jangan disebarkan. Langsung laporkan hoaks ke aduankonten.id," beber Dedy. (ast/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler