Sejumlah Bangunan di Sukabumi-Bogor Rusak Terdampak Gempa

Rabu, 11 Maret 2020 – 00:37 WIB
Salah satu rumah terdampak gempa di Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan, Bogor, Selasa (10/3). Foto: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Bogor

jpnn.com, JAKARTA - Gempa bumi Magnitudo 5.0 yang berpusat di Kabupaten Sukabumi pada Selasa (10/3) sore, merusak sejumlah bangunan.

BPBD Kabupaten Sukabumi menyebutkan hingga kini sudah lima kecamatan yang melaporkan adanya kerusakan bangunan.

BACA JUGA: Gempa Mengguncang Sukabumi Terasa Sampai Jakarta, Bogor dan Banten

"Lima kecamatan tersebut adalah Kalapanunggal, Parakansalak, Cikidang, Cidahu dan Kabandungan," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Sukabumi Daeng Sutisna dilansir Antara, Selasa (10/3).

Menurutnya, dampak gempa yang paling parah terjadi di empat kecamatan antara lain Kalapanunggal, Parakansalak, Cikidang dan Kabandungan, sementara untuk Kecamatan Cidahu dampak kerusakannya kecil.

BACA JUGA: Gempa M 4,9 di Tasikmalaya Terasa Sampai Garut dan Pangandaran

Namun, hingga kini pihaknya belum bisa menyebutkan jumlah rumah yang rusak, karena masih dalam pendataan dan asesmen petugas penanggulangan bencana kecamatan.

Di Kabupaten Bogor, sejumlah rumah di lima kampung Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan dilaporkan rusak.

"Kampung Cisalada, Cigarehong, Cisalak, Cipambutan dan Kampung Campedak," kata Sekretaris Desa Purwabakti Wahyu.

Meski begitu, Wahyu menyebutkan bahwa belum mendapatkan laporan mengenai adanya korban jiwa akibat peristiwa itu.

"Tidak ada korban jiwa, hanya rumah rusak berat hingga rusak ringan. Kami masih mendata berapa rumah yang rusak," kata Wahyu.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo mengaku sudah menerima laporan tersebut, dan tengah mengerahkan timnya ke lokasi.

Menurutnya, sejumlah masyarakat di wilayah barat Kabupaten Bogor merasakan guncangan gempa tersebut cukup lama, terutama di Kecamatan Leuwiliang dan Kecamatan Pamijahan.

"Pamijahan, Leuwiliang dan sekitarnya terasa sekali dan lama. Kota Bogor juga terasa," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler