Sekjen Kemnaker Berharap CDC jadi Solusi Atasi Masalah Ketenagakerjaan

Kamis, 04 November 2021 – 22:24 WIB
Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi. Foto: Kemnaker

jpnn.com, YOGYAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi mengungkapkan saat ini banyak sekali persoalan sosial karena kurangnya lapangan pekerjaan.

"Apalagi banyaknya usia produktif masih menganggur dan belum dapat tersalurkan pada pekerjaan-pekerjaan yang produktif. Ini adalah tantangan buat kita," kata Sekjen Anwar dalam sambutannya pada Diskusi Interaktif Peran Career Development Center (CDC) secara daring dan luring di Yogyakarta, Kamis (4/11).

BACA JUGA: Sekjen Kemnaker: Pejabat Fungsional Dituntut Lincah

Menurut Sekjen Anwar, yang mirisnya lagi mereka yang pendidikannya tinggi justru yang banyak tidak memiliki pekerjaan.

"Sedangkan mereka yang memiliki pendidikan rendah banyak mendapatkan pekerjaan, tapi mereka bekerja belum cukup untuk kebutuhan dirinya sendiri atau belum memenuhi kebutuhan yang layak," bebernya.

BACA JUGA: Sekjen Anwar Sebut 4 Isu Prioritas yang Akan Dibahas di G20 Bidang Ketenagakerjaan

Sekjen Anwar menyampaikan hasil riset Bank Dunia 2020 yang mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Indonesia memiliki penduduk usia bekerja, tetapi tetap berada di bawah garis kemiskinan karena upahnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Terutama mereka yang bekerja di wilayah pedesaan yang mendapatkan upah di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP).

BACA JUGA: Menpora Amali Berharap Anak Muda Indonesia Bisa Menciptakan Lapangan Pekerjaan

"Oleh karena itu bagaimana memenuhi kebutuhan hidup ini adalah satu persoalan sendiri," katanya.

Melihat kondisi tersebut, dia berpendapat perlunya menyiapkan pasar kerja untuk menampung jumlah angkatan kerja yang lebih banyak serta mengakomodasi perubahan nilai-nilai yang sangat berbeda dari sebelumnya.

"Ini adalah sebuah transisi perubahan nilai terhadap persepsi dalam bekerja dan regulasi yang ada harus betul-betul mengakomodir perubahan ini," kata Dirjen Anwar lagi.

Dirjen Anwar juga menyampaikan arahan Menaker Ida Fauziyah agar pusat pasar kerja bisa menjadi bagian untuk memberikan solusi agar bonus demografi dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Yogyakarta Aria Nugrahadi menambahkan perkembangan teknologi mungkin dapat menghilangkan sebagian jenis pekerjaan, tetapi juga memunculkan jenis-jenis pekerjaan yang baru.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan tantangan sekaligus peluang yang dihadapi khususnya dalam penempatan tenaga kerja.

Dia menegaskan salah satu kunci dalam menanganinya adalah upaya untuk menghubungkan (link and match) dan memandankan antara ketersediaan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia kerja.

"Melalui pengelolaan pasar kerja tentu saja akan signifikan perannya dalam link and match ini sebagai tempat pertemuan antara ketersediaan SDM dan kebutuhan dunia kerja," ujar Aria. (mrk/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler