Seknas Jokowi Beri Masukan RPJP untuk Indonesia Emas 2045

Senin, 19 Desember 2022 – 11:23 WIB
Ketua Umum Seknas Jokowi Rambun Tjajo pihaknya memiliki konsep Agenda 45 sebagai wujud partisipasi bagi pembangunan bangsa. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Seknas Jokowi sebagai organisasi masyarakat sipil, ingin mengambil inisitiasif dalam memberi masukan bagi Rencana Pembangunan Jangka Panjang RPJP menyongsong Tahun Emas Indonesia (2045)

Ketua Umum Seknas Jokowi Rambun Tjajo pihaknya memiliki konsep Agenda 45 sebagai wujud partisipasi bagi pembangunan bangsa.

BACA JUGA: Seknas Jokowi Puji Erick Thohir Terkait Hal ini

"RPJP 2025-2045 bermakna strategis, mengingat akan menjadi panduan pembangunan menuju Tahun Emas RI (2045)," ujar Rambun, di Jakarta, Senin (19/12).

Rambun menjelaskan ada lima pilar atau sektor yang dibahas, yakni energi, pangan, kebudayaan, geopolitik, good governance.

BACA JUGA: Giliran Seknas Jokowi dan Gerakan Berbagi Untuk Warga Turun Bantu Masyarakat

"Mengingat Seknas tidak mungkin membahas semua isu, berdasarkan sumber daya Seknas sendiri. Dari lima isu tersebut, Seknas masih memberi perhatian khusus pada isu pangan dan energi, karena dua sektor ini sangat berpengaruh dalam peradaban," beber Rambun.

Menurutnya, lima isu tersebut saling berkaitan, yang muaranya ada pada kebudayaan. Pada isu pangan misalnya, menjadi problem ketika ada krisis bahan pangan, terkait dengan kebiasaan masyarakat yang mulai tergantung pada beras dan mie instan sebagai sumber karbohidrat.

BACA JUGA: Kabar Duka, Eks Sekjen Seknas Jokowi Meninggal Dunia Usai Terpapar COVID-19

"Itu sebabnya perlu ada edukasi agar masyarakat berani kembali pada tradisi memanfaatkan sumberdaya pangan local, seperti sagu, umbi-umbian dan sorgum," katanya.

Begitu juga dalam isu energi, lanjut Rambun, bebagai negara tropis Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang melimpah, salah satunya adalah sinar matahari.

Namun, selama ini kurang diperhatikan. Sinar matahari yang stabil dan durasi lama, adalah sumber energi hijau dan ramah lingkungan. Selain sinar matahari, masih ada tenaga angin dan air (PLTA).

"Asumsinya, bila isu pangan dan energi teratasi, bisa merembes pada dua isu lain, yaitu good governance dan geopolitik. Kembali kami tegaskan, dari sekian isu yang dibahas dalam Agenda 45, yang menjadi poros adalah kebudayaan," katanya.

Seknas Jokowi lahir sebagai komunitas yang sejak awal mendukung figur Jokowi menjelang Pilpres 2014. Latar belakang pendirian Seknas Jokowi berdiri, sama seperti gerakan relawan lainnya, sebagai manifestasi dari meningkatnya partisipasi aktif warga masyarakat dalam berdemokrasi.

"Berdasar realitas saat itu, ketika aspirasi arus bawah yang mendukung Jokowi terbilang besar, sementara partai yang menjadi tempat Jokowi bernaung, yakni PDIP, terkesan lambat dalam merespons," ujar Rambun.

Lebih lanjut, kata Rambun, pada konteks menjaga kesinambungan dan legacy capaian era Presiden Joko Widodo, Seknas Jokowi ingin menembus batas (beyond), bahwa kami bukan lagi sekadar dukung-mendukung figur, namun juga menawarkan konsep pembangunan, dalam hal ini Agenda 45.

"Ibarat permainan sepak bola, Seknas Jokowi melakukan segala ikhtiar ini dengan hati lapang, dan memberikan apa yang bisa kita lakukan bagi kesejahteraan rakyat, dan kemajuan bangsa secara luas," pungkas Rambun. (mcr10/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler