Sekolah Katolik Dukung Penguatan Pendidikan Karakter

Jumat, 25 Agustus 2017 – 22:27 WIB
Pertemuan Konferensi Waligereja Indonesia dengan Mendikbud Muhadjir Effendy. Foto: Mesya Mohammad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mendukung penguatan pendidikan karakter (PPK).

Dukungan ini disampaikan Ketua KWI Mgr. Ignatius Suharyo saat menerima kedatangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Kantor KWI, Jumat (25/8).

BACA JUGA: Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Vietnam Tak Menyentuh Ideologi

"Kami mendukung program penguatan pendidikan karakter karena ini membentuk disiplin anak-anak. Lagipula sekolah-sekolah Katolik sudah lama menerapkannya," ujar Romo Suharyo.

Sementara Menteri Muhadjir mengatakan, KWI mempunyai peranan besar dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

BACA JUGA: Di Depan Menteri, Pemilik Ponpes Curhat Soal Bantuan Disunat Oknum Kemendikbud

Umat Katolik telah memberikan kontribusi nyata dalam pendidikan nasional melalui berbagai lembaga pendidikan yang berpengalaman dan memiliki reputasi baik dalam bidang pendidikan karakter.

"Selama satu tahun saya menjabat sebagai Mendikbud, sudah banyak mitra kami dari sekolah Katolik yang memberikan sumbangan besar, baik dari level konsep dan penyelenggaraan sekolah. Kita butuh bantuan dalam pendidikan karakter yang kuat dan kami ingin memanfaatkan semaksimal mungkin potensi umat katolik," bebernya.

BACA JUGA: Mendikbud Minta Guru Ajari Siswa Indonesia Raya Tiga Stanza

Muhadjir mengungkapkan, sesuai dengan kebijakan presiden, yang menjadi program prioritas adalah pemerataan keterjangkauan akses pelayanan pendidikan setara, salah satunya dengan dikeluarkannya Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Yang kedua, pendidikan karakter, terutama pada peserta didik di level pendidikan dasar yaitu Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Para pengasuh atau Romo di asrama tidak hanya menurunkan nilai keagamaan, tapi juga memberikan keteladanan dan menumbuhkan nilai-nilai karakter serta budi pekerti kepada siswa.

Lanjutnya, pendidikan yang diselenggarakan umat Katolik bisa menjadi contoh bagi penguatan pendidikan karakter di Indonesia.

"Mereka mempunyai tradisi dan pengalaman mengadakan pendidikan seperti misalnya boarding school atau sekolah berasrama dan sebagai sekolah berbasis nilai/ karakter," tandas Muhadjir. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mendikbud: Upacara Bendera Tanamkan Nasionalisme


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler