Selain RD, Ternyata Sosok Ini Punya Peran Penting di SFC

Selasa, 06 Maret 2018 – 15:02 WIB
Manager SFC, Ucok Hidayat dieluhkan pemain. Foto: Evan Zumarli/Sumatera Ekspres/JPG

jpnn.com, PALEMBANG - Kesuksesan Sriwijaya FC menjuarai Piala Gubernur Kaltim II tidak terlepas dari sosok manajer Ucok Hidayat.

Pria yang akrab disapa Ucok ini, cukup berperan membawa tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut merengkuh hasil positif.

BACA JUGA: 5 Statistik Mentereng Persebaya pada Piala Gubernur Kaltim

Yakni meraih peringkat 3 Piala Presiden 2018 dan teranyar meraih gelar juara Piala Gubernur Kaltim II.

“Saya dari awal sudah berkomitmen, jadi saya jalankan bagaimana pun berat dan risikonya,” kata Ucok Hidayat di Palembang, Senin (5/3), menjawab anggapan bahwa sejatinya dirinya sosok di balik layar yang mengantarkan Sriwijaya FC ke trek juara lagi.

BACA JUGA: Djanur Pun Mulai Tersenyum

Kemenangan pada ajang Piala Gubernur Kaltim menambah koleksi piala Sriwijaya FC menjadi 22 gelar. Dan uniknya, Piala Gubernur Kaltim ini untuk kali pertama berhasil diboyong ke Bumi Sriwijaya.

Menurut Ucok, dalam sepak bola tidak bisa hanya terpaku pada hal-hal yang terjadi di lapangan saja karena sebenarnya faktor nonteknis sangat berpengaruh besar untuk menentukan keberhasilan, seperti menu latihan, istirahat, dan gizi pemain.

BACA JUGA: Madura United Resmi Rekrut Striker Asing Baru Asal Brasil

“Bukan hanya itu saja, situasi dan kondisi tim ini juga harus terus dijaga. Pemain harus bisa bangkit meski habis menelan kekalahan. Itu sebenarnya inti yang harus saya kerjakan sebagai manajer. Konsekuensinya, saya harus terus mendampingi tim, harus bisa bagi waktu karena saya juga punya kesibukan sebagai birokrat,” kata Ucok.

Terlepas dari berbagai suka maupun duka yang dialaminya selama mendampingi tim sejak menggantikan manajer sebelumnya Narsun Umar di pengujung musim 2017, Ucok pada dasarnya cukup menikmati pekerjaannya ini.

Meski pria yang kesehariannya menjabat sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumsel ini harus bolak-balik Palembang-Balikpapan untuk mendampingi tim selama dua pekan bertanding di Turnamen Pra Musim Piala Gubernur Kaltim.

“Saya termotivasi karena apa yang saya lakukan ini sebenarnya bukan untuk saya secara pribadi, tapi sebenarnya untuk rakyat Sumsel. Jika Sriwijaya bisa juara, semua rakyat Sumsel tentunya bangga,” ujar Ucok.

Ketua Suporter Sriwijaya Mania (S-Man) Eddy Ismail mengatakan dirinya sangat berterima kasih dengan manajer tim Ucok Hidayat yang mampu berkolaborasi dengan manajemen.

“Kami sejak awal sudah terkesan dengan komitmen Ucok Hidayat sebagai manajer. Tanpa menunggu lama sejumlah pemain top berhasil didatangkan. Yang jelas tugas belum berakhir, tapi prestasi ini menjadi awal yang baik, semoga saja berlanjut di Liga 1 dan Piala Copa,” kata Edy.

Sriwijaya FC mengalami masa paceklik prestasi sejak tiga tahun terakhir. Prestasi terakhir hanya sebatas juara kedua Piala Presiden edisi tahun 2015. Memasuki musim kompetisi 2018 dilakukan perombakan besar-besar dalam skuat tim karena manajemen klub mengusung target juara Liga 1 dan meraih tiket ke AFC Cup.

Beberapa hal yang patut menjadi catatan musim ini yakni memboyong kembali pelatih berprestasi Rahmad Darmawan dan mendatangkan sejumlah pemain berkualitas seperti Manuchehr Jalilov (pemain AFC 2017), Mohammadou Ndiaye, Makan Konate. Manajemen klub disebut-sebut merogoh kocek hingga Rp 20 miliar lebih untuk membuat skuat The Dream Team. (aja/ion/ce)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PT GTS Gelar RUPS, Bahas Produksi Tayangan Kompetisi Liga 1


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler