Semalam Puncak Arus Balik, Tol Cipali Macet 80 Kilometer

Minggu, 02 Juli 2017 – 08:24 WIB
Kemacetan di jalan tol. Foto: Radar Cirebon/JPNN.com

jpnn.com, CIPALI - Puncak arus balik terjadi Sabtu (1/7) malam. Para pemudik dari daerah kembali ke Jakarta. Jalur darat tetap yang paling ramai.

Sejak kemarin pagi (1/7) Tol Cipali macet. Antrean terlihat dari lokasi rest area 102B Dawuan, Subang, hingga kilometer 182B arah Kabupaten Majalengka. Panjang antrean diperkirakan mencapai 80 kilometer.

BACA JUGA: Penumpang Roro Naik 10 Persen Dibanding Tahun Lalu

Pantauan JPNN, dari sore hingga tadi malam, hampir seluruh rest area di sepanjang Tol Cipali arah Cikampek menjadi penyebab kemacetan.

Pengendara antre mengular masuk rest area, memperlambat laju kendaraan yang di belakangnya, berantai, memanjang, menyebabkan kemacetan luar biasa.

BACA JUGA: Hari ini, 50 Bus Bakal Turun di Terminal Kampung Rambutan

Yang paling parah antrean masuk ke rest area yang berada di KM 102. Pengendara yang memaksa masuk ke rest area menyebabkan kemacetan parah. Terlebih, tidak sedikit yang istirahat dengan memarkir kendaraan di bahu jalan tol.

”Sebenarnya Tol Cipali ini bukan satu-satunya untuk mudik,” ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

BACA JUGA: Tol Cipali Macet Hingga 34 Kilometer

Kepadatan yang terjadi di Tol Cipali menurut Budi dikarenakan banyak yang memilih jalur tersebut.

Untuk menanggulangi hal tersebut Budi mengaku telah berkoordinasi dengan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri). Salah satu jalannya adalah dengan mengalihkan sebagian ke arah Pantura.

Selain itu sistem buka tutup di Tol Cipali juga dilakukan. Menurut Budi, di setiap pintu tol dijaga satu polisi berpangkat jenderal bintang satu.

Mereka bertugas sebagai juri untuk mengatur sistem buka tutup di pintu tol.”Contra flow juga dilakukan hingga kilometer 30,” ujarnya.

Sistem buka tutup juga dilakukan di Tol Nagreg. Jalur ini sebelumnya diprediksi akan mengalami kepadatan.

Namun ternyata prediksi tersebut tidak tepat. Hingga kemarin sore jalur Tol Nagreg cukup lancar. Bahkan tol tersebut diberlakukan sistem dua arah.

Langkah tersebut dilakukan hingga malam. Sebab pada malam hari jumlah pemudik yang datang semakin banyak.

”Banyak yang lebih suka sampai Jakarta malam hari. Minggu (hari ini, Red) bisa istirahat,” beber Budi.

Waktu libur yang panjang membuat mudik kali ini tidak terlihat begitu parah jika dibandingkan tahun lalu.

Sebab waktu berangkat maupun pulang para pemudik durasinya cukup panjang. Budi mengakui bahwa hal itu membuat antrean di jalan tol tidak lama. ”Mudik kali ini juga sebagai pembelajaran agar menggunakan waktu dengan baik,” saran Budi.

Dari waktu mudik yang panjang kali ini, tipe pemudik kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Budi membagi tipe pemudik menjadi tiga. Pertama adalah mereka yang mudik dengan kurun waktu singkat.

Kedua, pemudik yang santai menghabiskan waktu liburannya. Golongan kedua ini cukup banyak.

”Sementara yang ketiga merupakan pemudik yang memilih balik ketika mendekati libur sekolah usai. Yakni mendekati tanggal 13 Juli,” tutur Budi.

Mudik juga terjadi lewat laut dan udara. Di Pelabuhan Bakauheni, dari posko PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (ASDP) terpantau ramai sejak kemarin pagi.

Menurut data di Posko ASDP Pelabuhan Bakauheni pada pukul 08.00, terdapat 943.371 penumpang yang datang, sudah 430.124 orang yang menyebrang lewat Pelabuhan Bakauheni.

Sedangkan jumlah kendaraan yang sudah menyeberang baru 89.288 unit dari 197.250 unit. Artinya 107.962 unit kendaraan yang masih berada di sekitar Sumatera.

”Malam hari merupakan puncaknya. Sekarang di Pelabuhan Bakauheni ramai,” papar Vice President Services and Assurance PT ASDP, Rizki Dwianda.

Sementara itu hari ini diperkirakan menjadi puncak balik di Bandara Soekarno Hatta, Banten. Diprediksikan ada sekitar 1.980.000 penumpang yang akan tiba di bandara internasional tersebut. Bali dan Jawa Timur menjadi kota asal penumpang terbanyak.

Dari evaluasi kementerian perhubungan, penggunaan sepeda motor untuk mudik masih banyak. Selain itu sola keselamatan lain seperti muatan dan penggunaan sabuk pengaman juga masih banyak diabaikan. (lyn/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPR Apresiasi Kinerja Kemenhub Persiapkan Arus Mudik 2017


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler