Semen Gresik Perluas Basis Produksi di Luar Negeri

Rabu, 17 Oktober 2012 – 23:03 WIB
JAKARTA - Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk., Dwi Soetjipto mengungkapkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya itu tengah membidik pabrik semen di Myanmar dan Vietnam. Untuk itu, perusahaan BUMN itu menyiapkan dana investasi USD 300 juta untuk mendirikan pabrik semen berkapasitas minimal 2 juta ton/tahun.

"Sehingga tahun depan, 2013, sudah bisa jalan. Sekarang kami masih mencari mitra," kata Dwi di sela-sela kegiatan forum "17 CEO Menjawab 8 Tantangan, Menuju Indonesia Lebih Baik" di Jakarta, Rabu (17/10).

Menurutnya, Vietnam dan Myanmar potensial untuk menjadi basis produksi perseroan di kawasan regional. Di Vietnam, Semen Gresik berencana mengambil alih pabrik yang belum berproduksi optimal. Sedangkan di Myanmar, Semen Gersik akan membangun pabrik baru berkapasitas hingga 600.000 ton per tahun.

Selain di kawasan regional, perseroan juga melanjutkan rencana pembangunan pabrik baru di Rembang, Jawa Tengah dan di Padang yang direncanakan berkapasitas hingga 3 juta ton per tahun.

Dalam kesempatan itu Dwi menuturkan optimismenya bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar untuk bertahan dari krisis meski ekonomi global berjalan lambat karena krisis di Eropa. Menurutnya, Indonesia justru bisa menyelamatkan diri dari ancaman krisis global dengan menggenjot pembangunan infrastruktur.

"Perekonomian kita ditunjang oleh sebagian besar konsumsi domestik sekitar 60 persen, sementara sisanya 40 persen dipenuhi impor. Peluang kita adalah jumlah penduduk yang besar dan pembangunan infrastruktur," kata Dwi.

Ia menambahkan, dalam menghadapi ancaman krisis juga perlu memerkuat budaya perusahaan dan sumber daya manusia. "Sehingga kinerja perusahaan berjalan dengan lebih optimal. Menjadi pemimpin itu harus juga mendengarkan bawahannya," kata Dwi.

Menurut dia, kalau saja sumber daya manusia Indonesia memiliki karakter yang kuat dan tidak ragu-ragu untuk bekerja keras serta berorientasi hasil, maka akan mudah untuk menumbuhkan kinerja usaha. Namun, kenyataannya tidak demikian.

Karenanya, Dwi menegaskan, pihaknya terus berupaya membangun kualitas SDM yang kreatif, visioner, komunikatif dan pekerja keras. "Ini tantangan besar untuk mengubah mindset karyawan," ujar Dwi.(boy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... BNI Garap UMKM Jepang

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler