Semester Pertama, Citilink Angkut 34.668 Ton Kargo

Jumat, 19 Agustus 2016 – 10:11 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA-Maskapai Citilink Indonesia bersama regulated agent PT Angkasa Pura Solusi (APSarana) menggelar seminar bertajuk Dangerous Goods Security Awareness kepada agen kargo Citilink di wilayah Jabodetabek.

Penyelenggaraan acara ini sebagai bentuk kepedulian dan komitmen akan keselamatan dan keamanan kargo dan pos yang diangkut dengan pesawat udara.

BACA JUGA: Agen Pemegang Merek Ramai-ramai Luncurkan Mobil Edisi Khusus

Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan mengatakan, acara ini juga diselenggarakan sebagai bentuk implementasi dari Peraturan Menteri Perhubungan (PM) No 153/ 2015 mengenai pengamanan kargo dan pos serta rantai suplai kargo dan pos yang diangkut dengan pesawat udara.

“Melalui acara seminar ini kami ingin menyosialisasikan kepada agen Citilink mengenai jenis-jenis kategori barang kargo dan dangerous goods (barang berbahaya) serta jenis kargo yang boleh diangkut dengan menggunakan pesawat Citilink,” kata Albert dalam siaran persnya, kemarin.

BACA JUGA: Jokowi Perintahkan PT DI Hengkang dari Bandung

Albert lebih lanjut menjelaskan, jenis kargo yang diangkut menggunakan penerbangan Citilink adalah kargo umum dan tidak mengangkut barang yang termasuk dalam kategori barang berbahaya.

Adapun terdapat sembilan jenis klasifikasi barang berbahaya sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh International Air Transport Association (IATA).

BACA JUGA: Industri Keramik Perang Harga Dengan Produk Tiongkok

Barang-barang tersebut adalah barang yang bersifat mudah meledak (eksplosif), gas, cairan yang mudah terbakar, bahan padat yang mudah terbakar, zat yang dapat teroksidasi, zat beracun, zat yang mengandung radioaktif, bahan yang dapat menimbulkan karat, dan aneka bahan berbahaya lainnya.

Menurut Albert, sosialisasi mengenai ketentuan Citilink yang tidak mengangkut barang berbahaya juga telah dilakukan sebelumnya.

Baik melalui cargo embargo notice (pemberitahuan embargo kargo) terhadap dangerous goods maupun melalui pengumuman yang disampaikan kepada pengguna jasa layanan kargo Citilink Indonesia.

Citilink Indonesia telah mengangkut 34.668 ton kargo sepanjang semester pertama tahun 2016 atau naik 45 persen dari sebelumnya 23.910 ton kargo pada semester pertama tahun 2015.

Dengan digelarnya acara ini menjadikan Citilink sebagai maskapai pertama di Indonesia yang menyelenggarakan acara sosialisasi mengenai dangerous goods security awareness (kesadaran keamanan barang berbahaya). (ers)

BACA ARTIKEL LAINNYA... GIIAS 2016, Inilah Mobil Tercepat, yang Termahal Rp 6 Miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler