Semoga, Ratusan Ribu Saudara Kita di Cianjur Kuat Menghadapi Kenyataan Ini

Kamis, 23 April 2020 – 18:31 WIB
UMKM Bidang konveksi di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, sepi karena sebagian besar karyawanya terpaksa di rumahkan karena terdampak COVID-19. Foto: Ahmad Fikri/Antara

jpnn.com, CIANJUR - Wabah virus corona membuat puluhan ribu Usaha Mikro Kecil Menenggah (UMKM) di Cianjur, Jawa Barat, terpaksa gulung tikar.

Sebagian besar merupakan bidang usaha konveksi dan kerajinan tangan. Mereka merumahkan ratusan ribu karyawannya.

BACA JUGA: Kabar Baik Update Corona 23 April 2020, Jatim Teratas, Jakarta Kelima

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Cianjur, Tohari Sastra mengatakan hingga saat ini di Cianjur, terdapat 24 ribu UMKM yang bergerak di berbagai bidang yang didominasi jasa konveksi.

"Sejak merebaknya COVID-19, 10 ribu UMKM bidang konveksi dan kerajinan tangan yang banyak terdampak. Puluhan ribu pengusaha tersebut terpaksa merumahkan pegawainya tanpa dapat memberikan jaminan karena minimnya pesanan sejak Corona mulai merebak," katanya kepada wartawan, Kamis (23/4).

BACA JUGA: Update Corona 23 April 2020 di Indonesia, si Virus Jahat Makin Gila!

Sedangkan sisanya yang masih bertahan terpaksa beralih mengerjakan orderan yang didapat dari bidang lain, sebagai upaya untuk tetap bertahan karena karyawan tidak dapat dirumahkan tanpa jaminan terutama menjelang puasa dan hari raya Idulfitri.

Hingga saat ini, tutur dia, pihaknya terus mendata UMKM yang terdampak dan masih bertahan serta terus melakukan pemantauan guna dilaporkan ke Pemkab Cianjur dan Provinsi Jawa Barat untuk mendapatkan bantuan karena termasuk dalam kategori terdampak COVID-19.

BACA JUGA: Pak Ganjar, Lihatlah, Terminal Pulogebang Masih Ramai

"Sesuai dengan petunjuk dari pemprov dan pusat, UMKM yang terdampak akan mendapat bantuan. Sehingga kami terus melakukan pendataan agar mereka yang terdampak mendapat bantuan selama dirumahkan karena sebagian besar dirumahkan tanpa jaminan," katanya.

Sementara Beni Rustandi (40) pengusaha jasa konveksi di Kecamatan Cianjur, mengatakan sudah merumahkan 35 orang karyawannya sejak satu bulan yang lalu karena beberapa pekerjaan yang didapat dari Jakarta, diputus dengan perjanjian.

Pihaknya sempat berharap mendapat pekerjaan dari pemerintah daerah untuk membuat Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dan jas APD selama penanganan COVID-19.

Namun hingga saat ini tidak kunjung datang, sehingga puluhan karyawan dirumahkan tanpa jaminan.

"Kami sangat terpaksa merumahkan 35 orang karyawan karena tidak tahu lagi harus berbuat apa akibat sepinya pesanan yang biasanya menjelang puasa hingga satu pekan menjelang lebaran terpaksa kami tolak," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler