Seni, Kerajinan, dan Keterlibatan Masyarakat: Sukses Solo Art Market di Era Gibran

Oleh: Ibnu Katsir Ikhtiyanto

Senin, 25 Desember 2023 – 12:44 WIB
Wali Koto Solo sekaligus kader PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka. ANTARA/Aris Wasita

jpnn.com - Seni, Kerajinan, dan Keterlibatan Masyarakat: Sukses Solo Art Market di Bawah Pemerintahan Gibran Rakabuming Raka

Pemerintah Solo di bawah kepemimpinan Gibran Rakabuming Raka telah berhasil merintis suatu inisiatif yang berdampak luas dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis kerajinan tangan dan kesenian.

BACA JUGA: Soal Hilirisasi Digital, Pakar Beri Pujian untuk Gibran

Melalui kegiatan yang dikenal sebagai Solo Art Market, visi Gibran dalam memajukan ekonomi lokal dengan memanfaatkan potensi kreatif menjadi sebuah kenyataan yang berarti bagi komunitasnya.

Dalam perspektif konseptual, pendekatan pemerintah Solo terhadap Solo Art Market mencerminkan konsep-konsep yang merangkum berbagai aspek penting pengembangan ekonomi lokal.

BACA JUGA: Gibran Simbol Orde Muda, Layak Jadi Wapres

Salah satunya adalah konsep Pembangunan Lokal (Brodsky, 1991) yang menekankan pada pemberdayaan sumber daya lokal.

Melalui Solo Art Market, kerajinan tangan dan seni lokal diberdayakan sebagai aset ekonomi yang menghubungkan pengrajin dan seniman dengan pasar yang lebih luas.

BACA JUGA: Gibran Dinilai Unggul di Debat Cawapres, Pakar Digital: Saya Kaget

Teori Inovasi yang dikemukakan oleh Joseph Schumpeter melalui bukunya berjudul Capitalism, Socialism, and Democracy (1943), juga turut menggambarkan pentingnya inovasi dalam memperkuat sektor ekonomi pada UMKM.

Solo Art Market bukan sekadar tempat penjualan, melainkan juga pusat inovasi dan kreativitas yang didukung penuh oleh pemerintah Solo.

Ini mendorong para pelaku UMKM untuk berkembang dan menyesuaikan produk-produk mereka sesuai dengan tuntutan pasar.

Pendekatan inklusif pemerintah Solo, sebagaimana yang tercermin dalam Teori Pengembangan Ekonomi Inklusif (UNDP, 2014), menekankan pentingnya kesempatan yang setara bagi semua lapisan masyarakat.

Solo Art Market memberikan platform tidak hanya kepada pelaku yang sudah mapan tetapi juga pada mereka yang baru memulai usaha.

Hal ini menciptakan kesempatan baru bagi para pelaku UMKM untuk masuk ke dalam pasar yang lebih luas dengan dukungan pemerintah.

Keterlibatan masyarakat, sesuai dengan Teori Keterlibatan Masyarakat (Arnstein, 1969), menjadi landasan penting bagi Solo Art Market.

Pemerintah tidak hanya menciptakan acara pasar, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaannya, memastikan bahwa kebutuhan dan aspirasi masyarakat tercermin dalam setiap aspek kegiatan tersebut.

Pemerintah Solo juga memanfaatkan pendekatan berbasis nilai, seperti yang terungkap dalam Teori Ekonomi Budaya (Hesmondhalgh, 2002).

Melalui Solo Art Market, kekayaan budaya lokal diolah untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, dan sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Dari perspektif pemasaran, Teori Pemasaran Kreatif (Fillis & McAuley, 2005) menjadi relevan.

Solo Art Market bukan hanya menawarkan produk unik, tetapi juga menciptakan pengalaman yang menarik bagi pengunjung, meningkatkan minat dan penjualan produk UMKM.

Dampak kegiatan Solo Art Market pada ekonomi UMKM sangat signifikan. Pertama-tama, platform ini memberikan akses yang lebih besar bagi pengrajin dan seniman lokal untuk menjangkau pasar yang sebelumnya sulit diakses.

Hal ini meningkatkan penjualan dan pendapatan mereka secara langsung. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi penggerak penciptaan lapangan kerja lokal yang berkontribusi pada mengurangi tingkat pengangguran.

Tidak hanya itu, Solo Art Market juga memainkan peran penting dalam mempertahankan kekayaan budaya dan kerajinan tradisional.

Di tengah globalisasi yang mengancam keberlangsungan kerajinan tradisional, kegiatan ini berperan sebagai penjaga keaslian dan keberlangsungan budaya lokal yang berharga.

Pemerintah Solo tidak hanya menyelenggarakan Solo Art Market sebagai wadah pameran, tetapi juga memberikan pendampingan dan bantuan kepada pelaku UMKM dalam mengelola bisnis mereka.

Pelatihan, konsultasi, dan bimbingan yang diberikan membantu pengrajin dan seniman dalam mengelola usaha mereka dengan lebih baik, termasuk manajemen keuangan dan pemasaran.

Dalam totalitasnya, Solo Art Market menjadi bukti nyata bagaimana inisiatif pemerintah dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi UMKM berbasis seni dan kerajinan.

Dari konsep-konsep teoretis hingga implementasinya, kegiatan ini tidak hanya menciptakan kesempatan bisnis tetapi juga menjadi penjaga keberlanjutan budaya lokal.

Melalui perannya yang komprehensif, pemerintah Solo di bawah kepemimpinan Gibran Rakabuming Raka berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan sektor UMKM berbasis pada seni dan kerajinan.

Penulis Adalah Anggota Gerakan Muda Pengawal Demokrasi Indonesia (Gema Pedia)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler