Senjata Api Bisa Dipesan via Internet

Polri Akui 18 Ribu Masih Beredar

Selasa, 08 Mei 2012 – 06:45 WIB

JAKARTA-Membeli senjata api di Indonesia ternyata bisa dipesan melalui internet. Salah satu website yang terang-terangan menyediakan senjata api tanpa izin resmi beralamat di https://www.senpi9mm.blogspot.c om.

Hingga tadi malam pukul 21.00, situs itu masih bisa dibuka Jawa Pos. Disana ditawarkan aneka senjata mulai senjata genggam sampai senapan serbu. Senjata api genggam jenis Glock 19 kaliber 9 mm dengan bonus magasin dengan 50 butir peluru ditawarkan seharga USD 720 ( dengan kurs 9.200 seharga Rp 6.624.000).

Lalu jenis Baretta 92 ditawarkan USD 670 (Rp 6.164.000) . Bahkan, juga ada senapan Uzi semi otomatis dengan peluru gratis 250 butir seharga USD 2800 (Rp 25.760.000).
Pemesan tak perlu tatap muka. Cukup kirim email, lalu membayar melalui situs pembayaran online liberty reserve yang aman karena tidak menggunakan rekening bank. Barang dijanjikan akan dikirim dengan paket ke alamat yang dikehendaki.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution mengakui peredaran senjata gelap memang susah diberantas. "Karena rumit, mereka masuk melalui pintu pintu tidak resmi dari luar negeri," katanya.

Saud menjelaskan, untuk katagori rakitan, senjata juga gampang masuk melalui jalur jalur yang tidak tercover pengamanan imigrasi. "Mereka ini sudah punya jaringan, ini yang terus kita usut," katanya.

Mantan Kadensus 88 Polri ini menjelaskan, untuk senjata resmi di Indonesia, diperkirakan masih ada sekitar  18.000 pucuk senjata api yang diizinkan beredar di masyarakat sipil. Jumlah itu termasuk senjata api berpeluru tajam dan karet.

Rinciannya, senjata peluru tajam sebanyak 3.060 pucuk, peluru karet 9.800 pucuk, peluru gas 5.000 pucuk. "Ini sedang kita perbarui datanya," kata jenderal bintang dua itu.

Polri mengklaim sudah berhasil menarik 10.910 pucuk terdiri dari senjata api peluru tajam 1.524 pucuk, peluru karet 5.812 pucuk, dan senjata api berpeluru gas 2.863 pucuk. "Izinnya sudah habis dan kita tidak perpanjang lagi," katanya.

Saud melanjutkan, kasus penyalahgunaan senjata api dari tahun 2009 sampai 2011 terjadi dengan beberapa modus. Modus-modus itu antara lain seperti pencurian dengan kekerasan.

Kasus pencurian dan kekerasan terkait senjata api sebanyak 174 kasus selama 3 tahun. Kasus penyalahgunaan senjata api sebanyak 152 kasus dan penemuan senjata api 76 kasus. "Selain menarik yang masih di luar,  saat ini kami juga sedang mempertimbangkan untuk tidak ada izin lagi buat  non anggota polisi," kata Saud.

Di bagian lain, pengusaha Iswahyudi Ashari masih diperiksa intensif di Polda Metro Jaya. Iswahyudi ditangkap atas laporan pegawai sebuah kafe di Plaza Indonesia yang ditodong pistol.

Iswahyudi ditangkap Jumat (04/05) malam usai mengisi acara diskusi di salah satu televisi swasta. Penyidik juga sudah menyita senjata api genggam jenis Baretta yang disita di rumahnya kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Saat ini kami masih kembangkan, terutama pihak yang memberi senjata itu pada tersangka," kata Kabidhumas Polda Metro jaya Kombes Rikwanto. (rdl/ttg)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Transmigran Minimal Harus Tamatan SLTA


Redaktur : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler