Sentimen Lokal Tekan Bursa

Selasa, 04 November 2014 – 23:02 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertahan di zona merah. Setelah sempat bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas, IHSG sore ini ditutup turun 14,569 poin (0,29 persen) ke level 5.070,940 dan indeks LQ45 turun 4,017 poin (0,46 persen) ke level 864,289.

Frekuensi transaksi perdagangan saham di pasar reguler hari ini mencapai 206.110 kali dengan volume 3,183 miliar saham atau setara Rp 3,584 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 169 saham turun, dan selebihnya stagnan.

BACA JUGA: Garuda Indonesia Gandeng BNI Syariah

Saham-saham yang mengalami kenaikan nilai tertinggi (top gainers) antara lain, Gudang Garam (GGRM) naik 1.125 (1,94 persen) ke level 59.075. Delta Djakarta (DLTA) naik 900 (0,23 persen) ke level 389.000. Asahimas Flatglass (AMFG) naik 475 (7,39 persen) ke level 6.900. Siloam Hospitals (SILO) naik 400 (2,90 persen) ke level 14.200.

Sebaliknya, saham-saham mengalami penurunan nilai paling dalam (top losers) di antaranya Mayora Indah (MYOR) turun 775 (2,86 persen) menjadi 26.325. Roda Vivatex (RDTX) turun 750 (12,50 persen) menjadi 5.250. Astra Agro (AALI) turun 275 (1,15 persen) menjadi 23.575. Indo Tambangraya (ITMG) turun 200 (0,99 persen) menjadi 19.950.

BACA JUGA: 9 Bulan, Total Aset Pelindo III Rp 13,83 Triliun

Tim Riset PT Valbury Asia Securities menyebut rilis data ekonomi Indonesia untuk bulan September dan Oktober mencerminkan perlambatan perekonomian. Neraca perdagangan Indonesia bulan September mengalami defisit sebesar USD 270,3 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

”Defisit ini merupakan bulan ke lima di tahun 2014, sebelumnya terjadi pada Januari sebesar USD 44,39 juta, April sebesar USD 1,69 miliar, Juni sebesar USD 228,3 juta, Agustus sebesar USD 311,5 juta dan September USD 270,3 juta.”

BACA JUGA: Telkom Luncurkan Aplikasi Zapa untuk Pelaku UKM

Impor minyak dari luar negeri menyebabkan defisit migas membengkak jadi USD 1,03 miliar, padahal di saat yang sama neraca perdagangan sektor non-migas surplus USD 0,76 miliar. Selain itu angka inflasi Otkober 2014 sebesar 0,47 persen month on month (MoM), atau relatif lebih tinggi dibandingkan inflasi September tercatat sebesar 0,27 persen MoM. ”Kenaikan inflasi bulanan mengakibatkan inflasi Oktober tahunan mengalami peningkatan sebesar 4,83 persen yoy (year on year) dibandingkan dengan inflasi September tahunan sebesar 4,53 persen yoy,” terusnya.

Sentimen lain dari dalam negeri yang masih menjadi kendala bagi pergerakan IHSG, adanya DPR tandingan yang dilakukan oleh Koalisi Indonesia Hebat (KIH), setelah usulan dari koalisi ini untuk pembentukan Alat kelengkapan DPR RI yang diusulkan pengembalian keputusan dengan musyawarah mufakat tidak mendapat tanggapan dari Koalisi Merah Putih (KMP). (gen/dio)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PT Pos Indonesia Perluas Bisnis Lewat Optimalisasi Aset


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler