Sepertinya Manuver Surya Paloh Bikin Presiden Jokowi Tak Nyaman

Kamis, 07 November 2019 – 15:15 WIB
Pengamat politik Ari Junaedi. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa tidak nyaman dengan manuver Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh belakangan ini. Ari menilai pernyataan Jokowi soal Surya berwajah cerah yang disampaikan secara guyon punya makna dalam.

"Dalam budaya Jawa, sudah biasa pernyataan tidak suka tetapi diungkapkan dengan guyon namun maknanya kegetiran yang dalam," ujar Ari kepada jpnn.com, Kamis (7/11).

BACA JUGA: Surya Paloh dan Sohibul PKS Berpelukan Ala Teletubbies, Kesannya Ada Cinta Tertukar

Sebelumnya Jokowi saat berpidato pada perayaan HUT ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11) menyinggung soal pelukan Surya Paloh dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Sohibul Iman. Menurut Jokowi, dirinya tak pernah dirangkul oleh Surya sebagaimana bos Media Grup itu merangkul Sohibul.

Menurut Ari, bisa jadi Jokowi kecewa dengan sikap politik Surya Paloh dan NasDem. Meski para petinggi NasDem menyebut pertemuan Surya dengan Sohibul sebagai silaturahmi biasa, namun Ari menduga Jokowi merasa tidak nyaman.

BACA JUGA: Jokowi Sebut Surya Paloh Makin Cerah setelah Bertemu Bos PKS

"Jokowi jelas tidak nyaman dengan manuver-manuver Surya Paloh yang terkesan di usia kabinet jilid dua masih seumur jagung, sudah melakukan pembusukan politik," ucap Ari.

Mantan wartawan itu menambahkan, seharusnya Nasdem tidak perlu secara eksplisit menunjukkan kekecewaannya soal jatah kursi menteri di Kabinet Indonesia Maju. Sebab, manuver Surya bisa dianggap sebagai ancaman NasDem kepada Presiden Jokowi.

"Bisa jadi itu diartikan mengancam, karena pilihan politik yang jelas hanya ada dua, menjadi bagian kekuasaan atau bagian kritis dengan memilih menjadi oposisi," ucapnya.(gir/jpnn)

Video Pilihan :


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler