Seram, Pembunuhan Massal di Ukraina Mirip Pembantaian di Bosnia

Rabu, 06 April 2022 – 18:33 WIB
Seorang wanita membawa kucingnya saat berjalan melewati sejumlah gedung yang hancur oleh serangan bom Rusia, di Borodyanka, Kiev, Ukraina, Selasa (5/4/2022). (REUTERS/ZOHRA BENSEMRA)

jpnn.com, LONDON - Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid menyebut pembantaian yang dilakukan tentara Rusia di Ukraina terhadap warga sipil, mirip dengan genosida di Bosnia pada 1995 lalu.

Karena itu, dia mengingatkan dunia internasional harus segera bertindak menghentikan pembunuhan massal di Ukraina.

BACA JUGA: Genosida Ukraina, Eropa Ditantang Serius Menghukum Rusia

Sejak pasukan Rusia mundur dari kota dan desa di sekitar ibu kota Ukraina, Kiev, pasukan Ukraina menunjukkan kepada wartawan jasad-jasad.

Disebut, jasad yang bergelimpangan merupakan warga sipil yang dibunuh oleh pasukan Rusia.

BACA JUGA: Ingat, Uang yang Berkaitan dengan Rusia Itu Mengandung Darah

Pasukan Ukraina juga menunjukkan rumah-rumah penduduk yang telah hancur dan mobil-mobil yang terbakar.

"Ini adalah pembunuhan massal dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya di Eropa."

BACA JUGA: Menlu Retno Beberkan Cara Indonesia Hentikan Konflik Rusia-Ukraina

"Kami belum pernah menyaksikan ini, saya rasa sejak 1995," ujar Javid kepada BBC.

Pada Juli 1995 pasukan Serbia Bosnia menyerbu zona aman PBB di Kota Srebrenica.

Mereka membantai kaum pria dalam peristiwa yang secara luas dianggap sebagai kekejaman paling sadis di Eropa sejak Perang Dunia II.

"Saya tidak mau mengenang genosida lainnya di Eropa beberapa tahun dari sekarang."

"Kami memiliki kekuatan, dunia memiliki kekuatan untuk menghentikan ini dan dunia harus bertindak," katanya.

Sementara itu, Kremlin menyebut tudingan barat bahwa pasukan Rusia melakukan kejahatan perang dengan mengeksekusi warga sipil di Kota Bucha, Ukraina, adalah kebohongan yang mengerikan.

Moskow menuding kebohongan tersebut bertujuan memfitnah militer Rusia.(Antara/Reuters/JPNN)


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler