Serangan ke Abu Sayyaf Gagal Total, 18 Pasukan Khusus Tewas

Senin, 11 April 2016 – 06:57 WIB
Pejabat Kementerian Pertahanan Filipna Voltaire Gazmin (dua dari kanan) dan Kepala Militer Filipna Jenderal Hernando Iriberri (kanan) menjenguk salah satu anggota pasukan Filipina yang terluka setelah bertempur melawan kelompok Abu Sayyaf. FOTO: AFP

jpnn.com - UPAYA terbaru pembebasan para sandera yang dilakukan pasukan khusus Filipina ke markas Abu Sayyaf di Provinsi Basilan pada Sabtu pagi (9/4) gagal total. Belum sampai ke target sasaran, rombongan pasukan khusus Filipina justru mendapat serangan kilat. 

Akibatnya, 18 prajurit Filipina tewas dalam bentrokan yang berlangsung selama sekitar sepuluh jam itu. Empat di antaranya bahkan ditemukan tewas dalam kondisi dipenggal kelompok militan Abu Sayyaf. Selain itu, 53 orang dinyatakan mengalami luka-luka. 

BACA JUGA: Pemilihan Sekjen PBB Akan Mendobrak Tradisi

Dari pihak Abu Sayyaf, hanya lima orang yang tewas dan 20 orang yang terluka. Termasuk di antara korban luka adalah pemimpin senior mereka Radzmil Jannatul. Kondisi tersebut menjadikan insiden di Pulau Basilan sebagai yang paling banyak memakan korban di pihak militer dalam satu hari pertempuran. 

”Seluruh pasukan tengah berduka,” ujar Kepala Militer Filipina Jenderal Hernando Iriberri kemarin. 

BACA JUGA: Siap Serang AS, Kim Jong-un: Semua Musuh dalam Jangkauan

Terkait keselamatan WNI, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, pihaknya masih memastikan keselamatan sepuluh WNI yang saat ini disandera di Pulau Sulu. ”Kami terus mempererat komunikasi dengan pemerintah Filipina,” katanya. 

Sementara itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menjelaskan, sejauh ini belum ada perkem- bangan signifikan terkait sepuluh WNI yang disandera. Saat ini posisinya hanya bisa menunggu perkembangan dari pemerintah Filipina. 

BACA JUGA: Inilah Berita-Berita Soal Irma Bule di Mancanegara

”Tapi, ada opsi lainnya. Mungkin bisa ada observer atau pemantau. Nanti bisa kita kirimkan untuk melihat bagaimana upaya pembebasan pemerintah Fili- pina,” jelasnya. 

Soal pembayaran tebusan, semua diserahkan ke perusahaan. Pemerintah tidak ikut serta dalam pembayaran tebusan tersebut. ”Ya, nggak ikut campur soal mem- bayar tebusan,” ucap mantan Ka- polda Jatim tersebut. (bil/idr/sha/ JPG/AFP/Reuters/c9/kim) 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dilema Pembebasan 10 WNI Sandera


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler