Serapan Bidik Misi Rendah, Para Rektor Tetap Tenang

Rabu, 08 Agustus 2012 – 04:57 WIB
JAKARTA - Para rektor kampus negeri tetap tenang walaupun serapan penyaluran beasiswa pendidikan mahasiswa berpretasi (Bidik Misi) rendah. Catatan sementara, dari total alokasi Bidik Misi PTN sebanyak 40 ribu masih terserap sekitar 15 ribu saja.

Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) Idrus Paturusi menuturkan jika serapan Bidik Misi yang sementara ini masih rendah tidak perlu dicemaskan. "Ini sudah biasa. Seperti tahun lalu juga. Tapi nanti kami yakin terserap penuh," ujar pria yang juga rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) itu kemarin (7/8).

Idrus mengatakan jika serapan Bidik Misi untuk sementara terlihat rendah karena banyak mahasiswa yang belum daftar ulang. Dia menuturkan jika pergerakan serapan Bidik Misi bisa terus meningkat mendekati penutupan masa daftar ulang yang ditetapkan masing-masing PTN.

Selain itu, Idrus juga mengatakan penyerapan kuota Bidik Misi bisa digenjot untuk mahasiswa dari saringan mandiri. Dia menuturkan jika penyerapan yang sudah masuk catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hanya untuk mahasiswa jalur seleksi nasional masuk PTN (SNM PTN) yang sudah daftar ulang saja.
"Jangan dilupakan jika kuota mahasiswa baru di jalur mandiri juga besar," kata dia.

Idrus lantas mengatakan jika penyaluran Bidik Misi ini cukup fleksibel. Dia menturkan jika Bidik Misi ini bisa juga disalurkan kepada mahasiswa baru yang awalnya tidak mendaftar rombongan Bidik Misi. "Tapi tetap mematuhi standarisasi kelayakan penerima Bidik Misi," kata dia.

Diantara standarisasi itu adalah, mahasiswa berhak menerima Bidik Misi jika orangtua mereka berpendapatan Rp 3 juta dengan anggota keluarga empat orang. Selain itu juga ada standarisasi fisik rumah tempat tinggal, dan sebagainya.

Idrus menegaskan bahwa para rektor PTN akan memberikan sisa Bidik Misi yang tidak terserap kepada mahasiswa-mahasiswa reguler tetapi miskin. Cara ini diambil para rektor karena sosialisasi Bidik Misi selama ini masih lemah.

Banyak calon mahasiswa yang sejatinya miskin, tetapi tidak tahu caranya mendaftar Bidik Misi. Akhirnya calon mahasiswa ini mendaftar di jalur reguler atau non Bidik Misi. "Kalau kasusnya seperti ini kan kasihan. Jadi tetap akan kami usahakan menerima Bidik Misi," katanya.

Mendikbud Mohammad Nuh sebelumnya menuturkan jika serapan Bidik Misi harus terus digenjot. Dalam kunjungannya ke Yogyakarta dia menuturkan jika seluruh PTN seharusnya tidak hanya mencari calon mahasiswa berprestasi tapi miskin di kawasan perkotaan saja. Tetapi radar PTN harus diperluas hingga ke daerah-daerah pelosok.

Selain itu, jika serapan sudah mentok Nuh mengatakan sisa kuota Bidik Misi bisa dialokasikan untuk kampus lain yang serapannya optimal. "Intinya kuota Bidik Misi ini tidak boleh mubazir," kata dia. (wan)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengadaan Meja-Kursi Sekolah Dikeluhkan Ortu Siswa

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler